Rochajat Harun

Kita wajib percaya sepenuhnya bahwa dalam menciptakan umat manusia, Allah SWT menetapkan sekaligus usia, rejeki dan jodoh buat manusia tersebut. Dengan demikian segala sesuatu yang baik atau yang buruk datangnya dari Allah SWT. “Katakanlah (hai Muhammad), semua itu datangnya dari Allah.” (Q.S. An-Nisa: 78). Akan tetapi Allah SWT sendiri mendorong manusia untuk tidak menyerah begitu saja kepada takdir. Firman-Nya: “Sesungguhnya Allah tidak mengubah nasib suatu kaum, kecuali mereka mengubah diri mereka sendiri”. (Q.S. Ar Ra’d: 11)

Sejalan dengan takdir tersebut maka kita diwajibkan beriman kepada adanya Qadla’ dan Qadar. Qadla’ itu ialah kepastian dan Qadar itu ialah ketentuan, yang kedua-duanya telah ditetapkan oleh Allah SWT untuk seluruh makhluknya. Adapun maksudnya beriman kepada Qadla’ dan Qadar ialah kita wajib mempunyai i’tikad dan keyakinan yang sebenar-benarnya, juga kepercayaan semantap-mantapnya, bahwasanya segala sesuatu yang dilakukan oleh seluruh makhluk, baik yang disengaja seperti makan, minum, duduk dan berdiri, atau yang tidak disengaja misalnya jatuh, tergelincir, pingsan dan lain-lain sebagainya itu seluruhnya adalah terjadi atas kehendak Allah SWT jua.

Sebagian orang ada yang berkata: “Jikalau semua kelakuan manusia, yang baik atau yang buruk itu sudah dipastikan oleh Allah SWT sejak zaman azali, maka kalau demikian manusia itu sesungguhnya tidak dipersalahkan apabila mengerjakan pekerjaan yang buruk dan tidak boleh disiksa karena pekerjaannya itu. Juga tidak dapat dibenarkan apabila mengerjakan kebaikan dan tidak boleh pula diberi pahala karena pekerjaan itu”.

Ucapan seperti itu amat keliru dan salah sekali, karena setiap manusia itu mempunyai kehendak yang keluar dari dirinya sendiri. Jikalau kehendak itu ditujukan kepada sesuatu kebaikan, maka muncullah kebaikan dan amal shalih. Dan jikalau ditujukan kepada sesuatu keburukan, maka muncullah keburukan pula.

Kecuali itu, manusia juga dikaruniai akal dan fikiran oleh Allah SWT. Jadi sudah pastilah ia dapat menggunakan akalnya dan pasti dapat mengerti serta membedakan mana-mana yang dianggap kebaikan, dan mana-mana yang dianggap keburukan. Oleh sebab itu, setiap kebaikan atau keburukan, sekalipun seberapa saja besar kecilnya, tentu wajib ada balasannya sendiri-sendiri. Allah SWT berfirman: Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, pastilah ia akan mengetahuinya. Dan barangsiapa yang mengerjakan keburukan seberat dzarrahpun, maka iapun akan mengetahuinya”. (Q.S. Az-Zilzal: 7,8).

Dengan demikian, maka kita sekalian kaum mu’minin, sekalipun kita telah beriman dengan seyakin-yakinnya akan semua kepastian dan ketentuan itu datangnya dari Allah SWT, baik yang bagus maupun yang jelek, tetapi selamanya kita tetap wajib berikhtiar serta berdaya upaya sedapat-dapatnya dan sekuat mungkin, agar supaya dapat terlepas dari ketentuan yang jelek dan buruk serta hendaknya dapat memperoleh ketentuan yang bagus dan yang baik-baik saja.

Jadi tegasnya, kita wajib berusaha segiat-giatnya dalam bekerja, supaya jangan menjadi miskin, tapi dapat hidup berkecukupan. Giat belajar agar jangan sampai menjadi bodoh, tapi ber’ilmu banyak dan bermanfa’at, senantiasa menjaga kesehatan, supaya jangan menjadi sakit, tetapi senantiasa sehat dan sebagainya. Kita seluruh makhluk itu pasti tidak mengerti, qadar apakah yang ditetapkan oleh Allah SWT kepada kita. Makanya, wajiblah kita semua berikhtiar. Yang demikian itu memang perintah Allah SWT dan pula Rasulullah Muhammad SAW.

Orang yang enggan berikhtiar, pada akhirnya pasti akan sengsara sendiri, karena Allah SWT tidak akan mengubah nasib seseorang atau golongan, jikalau manusia atau golongan itu sendiri tidak suka berusaha keras untuk mengubah nasibnya sendiri. Ini sudah menjadi sunnatullah yang tidak dapat diubah untuk selama-lamanya.

Berikhtiar itu tidak ada batas waktunya sampai kita semua masuk ke liang lahat atau meninggal dunia. Jikalau pada suatu ketika kita telah berikhtiar dengan cukup, sedangkan yang kita maksudkan itu belum juga tercapai, maka wajiblah kita bertawakkal atau menyerahkan segala sesuatunya itu kepada Allah SWT dengan tawakkal yang sebenar-benarnya. Ringkasnya, bolehlah kita bertawakkal jikalau ikhtiar itu dirasakan sudah cukup luas. Sekalipun demikian ikhtiar itu belum boleh ditinggalkan dan masih tetap wajib diteruskan, karena memang tidak ada batas waktunya. Kecuali kalau ruh kita sudah keluar dari badan kasar.

Ridha terhadap ketentuan Allah SWT, artinya menerima semua kejadian yang menimpa dirinya dengan lapang dada, mengahadapinya dengan tabah, ridho, tidak merasa kesal maupun berputus asa. Didalam mengahadapi sesuatu yang kurang disenangi, seseorang mempunyai dua kemungkinan yaitu rela atau sabar. Rela ialah sifat utama yang disunahkan, sedang sabar ialah sikap yang wajib.

Orang-orang yang ikhlas dalam ibadah kadang-kadang dapat melihat hikmah dan kebaikan yang terdapat dalam cobaan dan tidak menuduh serta berburuk sangka kepada Allah atas ketentuan-Nya itu. Bahkan kadang-kadang ia dapat memandang kebesaran dan keagungan serta kesempurnaan Allah SWT yang telah memberikan cobaan kepadanya sehingga ia tidak merasakan sakit dan mengeluh atas cobaan yang diberikan-Nya. Orang yang dapat bersikap seperti demikian itu hanyalah para akhli ma’rifat dan mahabbah kepada-Nya saja. Bahkan mereka dapat merasakan bahwa cobaan yang diberikan-Nya itu sebagai nikmat dan karunia dari-Nya.

Perbedaan antara ikhlas dan sabar itu tipis. Bahkan jika kita tidak benar-benar memahami, kita menganggapnya sama. Ikhlas ialah berlapang dada, tenang dalam menghadapi ketentuan Allah dan menerima ketentuan itu tanpa adanya harapan untuk terbebas dari kesakitan dan penderitaannya itu. Sedangkan sabar adalah menahan diri dan berusaha mencegahnya dari perasaan marah dan kesal serta sakit hati dikala merasakan sakitnya terkena bencana atau musibah, sambil mengharap kepada Allah agar bencana atau musibah itu segera hilang dari dirinya.

Segala sesuatu yang terjadi pada manusia, baik musibah yang menimpa diri seseorang secara pribadi atau musibah yang menimpa masyarakat, bangsa maupun negara, itu semua berjalan menurut kehendak Allah SWT. Maka jika kita beriman kepada taqdirnya, maka Dia akan memberi petunjuk kepada kita. Rasulullah SAW. Bersabda: ”Iman kepada qadla’ dan qadar dapat menghilangkan keruwetan dan kesusahan”.

Dengan demikian  maka alangkah indah dan beruntungnya orang yang beriman kepada qadla’ dan qadar-Nya, disamping kita mendapatkan petunjuk seperti yang difirmankan oleh Allah SWT. dalam Al-Qur’an. Kita juga mendapatkan jalan keluar dari keruwetan dan kesusahan sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah tadi. Tetapi sebaliknya orang yang tidak bersikap ridho terhadap qadla’ dan qadar-Nya , maka orang itu amatlah dibenci oleh Allah SWT.

Qadla’ dan Qadar jika dilihat dari segi keadaannya terbagi menjadi dua, yaitu: Qadar azali dan qadar ’am. Qadar azali ialah qadar yang sudah dapat dibaca sebelumnya, karena merupakan kebiasaan yang yang sudah berulang-ulang terjadi secara tetap. Misalnya: Matahari terbit dari arah timur, semua yang bernama makhluk akan mati. Sedang qadar ’am adalah qadar yang belum dapat kita ketahui sebelum qadar itu terjadi. Misalnya: Kapan orang ini akan mati dan dimana tempatnya ?

Qadla’ dan Qadar jika dilihat dari segi usaha dan ikhtiar manusia terbagi menjadi dua bagian, yakni: Mubram dan Muallaq. Pengertian Mubram ialah qadar yang sudah pasti, tidak dapat diubah oleh manusia. Qadar Muallaq ialah qadar yang masih digantungkan, menanti ikhtiar atau usaha manusia. Orang-orang yang lulus dalam cobaan yang diberikan oleh Allah, maka ia akan dipelihara dari syubhat, sedangkan orang-orang yang tidak lulus dalam menjalani cobaan atau ujian-Nya, maka orang tersebut telah menyimpang dari tuntutan agama.

___________________________

Rujukan utama:

1.        Imam Ghazali: Kiat Mempertajam Mata Batin. Pegangan Hidup Orang Beriman.

2.        Moh. Abdai Rathomi: 3 Serangkai Sendi Agama. Tauhid, Fikih, Tasawuf.

3.        Syamsul Rijal Hamid: Buku Pintar Agama Islam.

 

      

 
 

Rochajat Harun

Ahir-akhir ini kerusakan hutan semakin terus terjadi. Para pakar lingkungan hidup banyak yang menyatakan bahwa penyebab utamanya adalah ulah manusianya juga. Rusaknya hutan sudah dipastikan menyebabkan terjadi berbagai bencana seperti longsor, banjir dan sebagainya, yang kini banyak terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

Masalah penebangan liar belum selesai, namun kemudian disusul oleh bencana lingkungan baru yakni kebakaran hutan. Salah satu bencana rutin tahunan yang sangat merugikan dan sulit diatasi. Hal ini disebabkan oleh ulah manusia yang membakar hutan untuk kepentingan pertanian. Adakalanya, para petani bisa disadarkan dan menghentikan cara ini. Namun dipihak lain yaitu HPH dan Perkebunan yang tidak bertanggung jawab dengan lancangnya melanjutkan kembali pembakaran hutan. Alasannya, karena dengan cara ini lebih efisien, dibandingkan dengan penebangan hutan untuk areal perkebunan terutama kelapa sawit, yang tentunya memerlukan biaya yang sangat besar.

Menurut Adhityani Arga, juru kampanye media Greenpeace Asia Tenggara, dalam siaran persnya mengatakan, bahwa Indonesia saat ini tercatat dalam Guiness Book of World Records sebagai negara yang memiliki tingkat deforestasi tertinggi di antara negara pemilik hutan. Setiap menit, Indonesia kehilangan hutan seluas lima lapangan sepak bola. Indonesia sebagai rumah dari puluhan juta hektar hutan alam menghadapi ancaman meningkatnya aksi perusakan hutan. Selain akibat illegal loging, juga perluasan perkebunan yang tidak terkendali untuk komoditas perkebunan, antara lain kelapa sawit. Sejak tahun 1990, sedikitnya 28 juta Ha hutan Indonesia atau seluas negara Equador, telah dirusak. Sebagian besar di wilayah Sumatra dan Kalimantan yang diperuntukkan bagi perkebunan kelapa sawit. (PR, 14 Agustus 2008 halaman 18).

Cukup memprihatinkan apabila kita mengetahui bahwa Indonesia akhirnya merebut rekor dunia kebakaran hutan mengalahkan Brazil. Tahun 1963 menoreh rekor kebakaran hutan seluas 2 juta Ha, tahun 1982-1983 seluas 3,5 juta Ha, dan di tahun 1997-1998 rekor diperbaiki dengan atas nama sendiri seluas 11,7 juta Ha. Sebagai dampaknya, polusi yang mengakibatkan pemanasan global akibat kebakaran hutan di Indonesia pun tidak tanggung-tanggung. Sebanyak kurang lebih 1,7 juta karbon terlepas ke atmosfir, setara dengan 26 % total emisi karbon dunia yang dihasilkan bahan bakar fosil per tahunnya. Rusaklah citra negara kita.

Suhu bumi terlanjur terus meningkat, dan ketika sinar matahari menerpa semak-semak di hutan yang mengandung batu bara akibat suhu bumi yang panas dan tidak ada lagi pepohonan yang menaungi, lambat laun menjadi titik api yang tidak hanya membakar semak tapi karena pengaruh angin juga menghanguskan hutan. Sudah banyak pepohonan hutan ditebang dan dibakar manusia, maka kini sisanya terbakar pula oleh alam.

Pemerintah dan segenap komponen masyarakat termasuk perusahaan swasta, telah berusaha sekuat tenaga mengatasi masalah ini. Namun tetap saja upaya ini kokod monongeun, atung eneh atung eneh alias upaya dan cara yang dilakukan yang silih berganti masih  belum ada hasilnya. Malahan ada yang berkata sinis upaya pelestarian hutan ini hanyalah ”Celotehan Belaka”.

Meningkatnya suhu bumi, mengakibatkan mencairnya permukaan es di kutub dan puncak-puncak gunung es. Data terakhir menunjukkan bahwa sekitar 1,7 juta Ha permukaan es di kutub telah mencair dan lebih dari 23 km permukaan gunung es di daratan Eropa telah pula berkurang ketebalannya  akibat es yang meleleh. Belum terhitung gunung-gunung es di Asia, Afrika dan Amerika yang juga mengalami hal yang sama. Bayangkan berapa miliar kubik air yang bertambah di lautan. Inilah penyebab permukaan air laut meningkat dan banjir terjadi di mana-mana.

Penderitaan dan kerugian yang dirasakan berulang-ulang setiap tahun akibat banjir, jelas bukan sesuatu yang ringan. Dari keadaan ini, semestinya program lingkungan harus segera disikapi lebih serius oleh segenap aparat pemerintah dan anggota msyarakat. Sebab banjir inipun sangat erat kaitannya dengan kebersihan lingkungan, antara lain pengelolaan sampah. Saluran air yang terhambat oleh sampah dipastikan melahirkan banjir yang merugikan. Belum lagi makin merajalelanya wabah penyakit. Yang sekarang diperlukan adalah tindakan nyata sebagai upaya penanggulangan bencana dan kerugian masyarakat. Sehingga tidak terjadi lagi tindakan yang kokod monongeun. Juga sebagai tindak lanjut atas kesadaran masyarakat yang telah tumbuh mengenai pentingnya memelihara lingkungan hidup yang hijau, bersih dan indah.

___________________________

 

 
 

Rochajat Harun

Apa yang telah dijelaskan oleh Melvin Power dalam bukunya Dynamic Thinking, menarik juga untuk dipelajari. Mungkin diantara kitapun ada yang sudah mempraktekannya. Dia menyatakan bahwa Pikiran Bawah Sadar kita (Subconscious Mind), amat sangat berpengaruh terhadap pola kehidupan kita. Bisa memberikan citra diri yang positif atau negatif, bahagia atau sedih dan sebagainya.

Hal itu tergantung kepada kemampuan kita mempengaruhi Pikiran Bawah Sadar. Atau dengan istilah lain memberikan sugesti terhadap diri kita. Disana Melvin Powers menyodorkan beberapa teknik bagaimana mempengaruhi Pikiran Bawah Sadar. Antara lain dia memberikan saran: “Put aside five or ten minutes every day for the purpose of using your mind to paint mental pictures of those things which you desire in life”.

Sejalan dengan tulisan Melvin Power, maka Dr Maxwell Mall Maltz, M.D., F.I.C.S., menemukan citra-diri yang terpendam, melalui pekerjaannya sebagai ahli bedah terkenal di dunia. Ia berpendapat bahwa banyak orang yang belum membutuhkannya, ingin mengalami bedah plastik. Dalam pengalamannya yang memakan waktu bertahun-tahun, ia menyadari bahwa problem ketidak-bahagiaan mereka bukanlah keadaan luarnya, citra-diri atau bayangan phisiknya. Tetapi mereka tidak bahagia karena citra-dirinya yang terpendam, yang memaksa mereka berbuat salah. Mereka tidak menyadari bahwa citra-dirinyalah penyebab kegagalannya.

Dr Maltz menemukan bahwa meskipun ia telah melakukan pembedahan, orang-orang itu tetap merasa tidak yakin, kurang percaya pada diri sendiri, seperti semula. Untuk menolong mereka, ia mengembangkan latihan-latihan mental dan teknik lainnya. Latihan tersebut begitu sukses, begitu berhasil sehingga Dr Maltz merasa berkewajiban untuk mengumandangkannya keseluruh dunia, melalui bukunya yang terkenal Psycho Cybernetics, a new way to get more living out of live dan The Magic Power of Self-Image Psychology, the new way to a bright, full life.

Citra-diri adalah buah pikiran kita sendiri, tentang bagaimana kita itu. Ia merupakan hasil masa lampau , pengalaman, keberhasilan, kegagalan, kepuasan, dan bagaimana orang lain bereaksi terhadap kita, terutama semasa kita masih anak-anak. Dari faktor-faktor inilah dan beberapa faktor lainnya, kita akan mengembangkan dan membangun  suatu gambaran dari diri kita sendiri.

Kita dapat membayangkan diri kita dalam posisi kita yang baru, dalam hidup yang “baru”, yang lebih bahagia dari yang sudah.Tujuan kita bukannya sesuatu yang mustahil. Psikologi citra-diri bukanlah untuk menciptakan suatu fiksi diri yang semu, melainkan untuk mendapatkan hasil sebaik-baiknya dalam diri kita, yang realistis, yang nyata, dan mencoba membukanya secara nyata pula.

Ilmu dari cybernetics telah membawa kita kepada suatu pengertian bahwa yang disebut subconscious mind atau boleh dikatakan semacam “fikiran dibawah kesadaran”, bukanlah suatu fikiran, melainkan servo-mekanism yang menuju ke sasaran yang dituju oleh otak dan sistem syaraf, yang memimpin syaraf.

Kita membangun citra-diri baru, yang sehat dengan menggunakan imajinasi. Tapi perlu diingat, bahwa perubahan tidak akan nampak, tanpa usaha. Kita harus bekerja keras untuk mencapai hasilnya. Kita harus menyisihkan waktu setiap hari untuk melakukan latihan, yang kira-kira akan memakan waktu sejam sehari. Kerjakanlah dengan kesadaran dan penuh disiplin. Duduklah atau berbaringlah di tempat yang tenang, dan relekslah. Pejamkan mata dan biarkan imajinasi bekerja untuk anda.

Selama periode latihan, yang merupakan periode latihan yang vital, perhatian anda dengan seksama, laksanakan dan laksanakan sekali lagi apa yang ingin kita capai. Kekuatan imajinasi anda begitu hebat, sehingga mungkin anda akan membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk menyadarinya. Dan jika anda telah terbiasa mempergunakan citra diri anda dengan positif, anda akan terkejut melihat gambaran baru dari diri anda, yang kian hari kian menjadi kenyataan.

Bila anda mempraktekannya dengan setia, anda akan memperoleh apa saja yang akan anda inginkan dalam kehidupan ini. Anda dapat meningkatkan kesehatan anda, menambah semangat anda, meningkatkan kekuatan mental dan fisik. Dan bahkan anda dapat mengurangi berat badan, berhenti merokok, berhenti mabuk, dan menghilangkan semua kebiasaan buruk anda. Selain itu, anda juga dapat memperkuat kepribadian, menjadi orang yang lebih ramah, sabar, suka mengasihi sesama manusia dan disenangi banyak orang.

Akhirnya alangkah baiknya apabila kita memulai imajinasi tersebut didahului dengan panjatan do’a agar apa yang kita ingin dan harapkan tersebut mendapat ridho dan restu dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Agama apapun yang anda anut tak jadi persoalan. Secara pribadi karena saya sebagai seorang Muslim maka do’a yang selalu saya lakukan adalah secara muslim pula.

Contohnya, saya ingin memiliki sifat-sifat tenang, tentram, sehat, bahagia, semangat dan penuh gairah. Maka saya laksanakan do’a dan imaginasinya sebagai berikut: ”Ya Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Berikanlah padaku kekuatan, ketenangan, kesehatan, kebahagiaan, semangat, dan gairah hidup dalam melaksanakan tugas-tugasmu di dunia ini. Setelah beberapa kali kita ucapkan pelan-pelan, disertai dengan tarikan napas pelan, tahan napas secukupnya, kemudian melepaskan napas lagi secara pelan-pelan pula. Pada waktu menahan nafas, jangan lupa gambaran mental, citra-diri (self-imagination) anda yang diinginkan terus divisualkan agar masuk dalam Pikiran Bawah Sadar. Demikian, selamat mencoba, semoga berhasil !
_________________________

 

 

 

 

 

 

 

 

 
 

Rochajat Harun

Dr Edmund Jacobson didalam bukunya You Must Relax, menyatakan bahwa tiap-tiap keadaan gugup atau emosionil tidak mungkin terjadi apabila senantiasa ada pengenduran diri yang sempurna (relaxation). Sebagai direktur Laboratorium Pshysiologi Klinis dari Universitas Chikago, dia telah bertahun-tahun   mengadakan penelitian tentang relaxation sebagai metode praktek kedokteran. Karenanya dia pernah menyarankan bahwa untuk mencegah keletihan dan kecemasan, kerap kalilah beristirahat. Beristirahatlah sebelum kita lelah!

Berikut ini ada beberapa upaya relaxation yang telah dilakukan oleh beberapa tokoh ternama dan telah berhasil memperaktikkan pengenduran diri yang sempurna (Relaxation). Hal ini saya kutip dari buku “Bagaimana Melenyapkan Cemas dan Menikmati Hidup” karya Dale Carnegie. Mudah-mudahan tip singkat ini ada manfaatnya bagi yang ingin mencoba mempraktekan.

1.        John D. Rockefeller yang terkenal dalam hidupnya  menikmati dua macam sukses istimewa. Dia berhasil menghimpun harta serta menjadi orang terkaya didunia, dan dia memiliki umur panjang sampai 98 tahun. Bagaimana dia bisa demikian? Alasan pertama, sudah tentu, oleh karena dia dikaruniai umur panjang. Dan alasan kedua yang terpenting ialah kebiasaannya suka tidur setengah jam di kantornya pada tiap-tiap petang. Dia berbaring diatas dipan di kantornya. Dan siapa saja, sekalipun Presiden Amerika Serikat, tidak mungkin dapat bicara ditelepon dengannya, apabila dia sedang ngorok.

2.        Daniel W. Jossellyn dalam bukunya Why Be Tired mengatakan: “Istirahat itu bukan berarti tidak mengerjakan apa-apa sama sekali. Istirahat itu berarti mengembalikan kesegaran.Dalam waktu istirahat yang pendek itu tersembunyi banyak sekali tenaga yang dapat mengembalikan kesegaran pada tubuh. Tidur lima menit pada petang hari dapat melenyapkan keletihan”.

3.        Ny. Eleanor Rossevelt, isteri presiden Rossevelt menjelaskan tentang bagaimana dia dapat memenuhi berbagai acara selama dua belas tahun dia menjadi first lady di Gedung Putih. Bahwa sebelum dia menghadiri sesuatu pertemuan atau mengadakan pidato, dia selalu berbaring diatas dipan atau duduk di kursi, menutup mata dan mengendurkan sekujur tubuhnya untuk beristirahat selama 20 menit.

4.        Thomas Edison, sarjana yang menemukan lampu listrik yang kesohor itu, selalu menstimulir enzimnya dan daya kesanggupannya dengan membiasakan tidur kapan saja dia merasa membutuhkan.

5.        Henry Ford pernah berkata bahwa dia tak pernah berdiri kalau dia masih dapat duduk. Dan tidak akan duduk kalau dia masih dapat berbaring. Maksudnya, dalam bekerja. Karenanya dia tetap segar, padahal  umurnya sudah mencapai 80 tahun.

6.        Horace Manu, bapak pendidikan modern di Amerika Serikat juga demikian, ketika dia melewati masa setengah umur. Ketika dia menjadi presiden Antioch College, dia selalu rebah di kursi panjang apabila dia mengadakan tanya-jawab dengan para mahasiswanya.

7.        Jack Chertock seorang sutradara terkemuka di Hollywood selalu mengadakan istirahat beberapa menit tiap hari di kantornya, yaitu dengan jalan mengendurkan diri sekujur tubuhnya. Dia merasa lebih segar dari biasanya, dan tiap hari dapat bekerja dua jam lebih lama.

Akhirnya, kalau Anda tak dapat tidur siang barang setengah jam, berusahalah untuk berbaring mengendurkan sekujur tubuh (relaxation) Anda sekadar 1 jam saja sebelum makan malam. Ini lebih murah dari pada pil dan ongkos dokter. Kalau Anda dapat tidur 1 jam saja pada waktu sore hari, ini berarti Anda menambah 1 jam sehari untuk kesegaran hidup anda. Mengapa begitu?. Sebab 1 jam tidur sebelum makan malam, ditambah dengan 6 jam tidur malam jumlahnya total 7 jam. Ini lebih baik bagi Anda dari pada tidur 8 jam terus menerus.

Karenanya, praktekkanlah untuk istirahat secara teratur! Istirahatlah sebelum menjadi letih, dan Anda akan menambah satu jam setiap hari untuk kesegaran hidup Anda. Silahkan mencoba !
______________________

 

 

 

 

 

 

 

 

 
 

Rochajat Harun

Ada catatan sejarah Kota Bandung, bahwa pada jaman Belanda, kota Bandung pernah dijadikan objek tujuan wisata, terutama oleh wisatawan yang datang dari negara-negara Eropah. Dalam buku Semerbak Bunga di Bandung Raya yang ditulis oleh Haryoto Kunto, dikemukakan bahwa adanya “Bandoeng Voorruit” (Bandung Maju) suatu perkumpulan swasta yang menjadi partner Gemeente Bandung ( kotapraja Bandung) tahun 1920, telah berhasil membangun, menata dan membenahi kota Bandung, sehingga memperoleh julukan Parijs van Java. 

Secara lebih spesifik Bandoeng Voorruit memilih bidang garapan:

·          Menggali dan mengembangkan objek wisata di Wilayah Bandung dan sekitarnya.

·          Menata dan merias secara artistik wajah penampilan Bandung sebagai tujuan wisata di Nusantara.

·          Menarik sebanyak-banyaknya turis untuk mampir ke Parijs van Java, disamping mempromosikan Bandung sebagai kota ideal bagi para pensiunan Orang Eropa yang ingin tetap tinggal bermukim di Nusantara.

Sesuai dengan namanya “Bandung Maju”, organisasi swasta itu benar-benar berusaha memajukan sektor pariwisata pada masa lalu. Dalam menggali objek turisme, Bandung Maju berhasil membangun jalan raya menuju Kawah Tangkubanparahu dan Kawah Papandayan. Selain itu, juga menyediakan fasilitas dan kemudahan bagi para turis yang ingin mengunjungi objek wisata di sekitar Bandung dan Priangan, seperti danau-danau, air terjun, panorama indah, peninggalan sejarah, tempat peristirahatan, dll. Bandung Maju bahkan sanggup menyelenggarakan perjalanan mendaki gunung dan menembus rimba.

Ada beberapa faktor penyebab atau daya tarik yang mendukung Bandung sebagai daerah tujuan wisata maupun sebagai “kota pemukiman ideal” di Nusantara. Faktor-faktor pendukung tersebut antara lain adalah:

1.        Sebagai sebuah kota pegunungan, Bandung memiliki udara sejuk, nyaman dan menyegarkan. Keramahan penduduk dipadu dengan panorama indah alami Daerah Priangan, merupakan pesona tersendiri. Itu modal utama.

2.        Banyaknya objek wisata sekeliling Bandung yang telah maupun belum digali potensinya. Apalagi letak objek wisata tidak terlampau jauh dari kota, dan tak kelewat sulit untuk mencapainya.

3.        Meski lokasi geografis Bandung di wilayah pegunungan, namun berbagai sarana transpor cukup banyak tersedia untuk mencapainya. Hampir dari semua kota di Jawa ada jalur komunikasi menuju kota Bandung. Kelancaran transpor tentu saja merupakan faktor penunjang suksesnya pengembangan pariwisata.

4.        Pada masa sebelum perang, Bandung lengkap memiliki akomodasi pariwisata seperti hotel, wisma peristirahatan, restoran, tempat rekreasi dan pelayanan transportasi yang dikelola secara baik. Mampu memenuhi persyaratan minimal sebagai kota yang layak menjadi tujuan wisata di Nusantara, bahkan juga untuk wilayah Asia Tenggara.

5.        “Parijs van Java” memiliki kalender tahunan yang menarik dan bisa memancing minat perhatian orang luar kota untuk datang mengunjunginya. Sejak tahun 1920, setiap bulan Juni-Juli, Kota Bandung memasuki suasana pesta. Suatu atraksi wisata berupa ”Bursa Tahunan” (Jaarbeurs) yang meriah diselenggarakan. Jaarbeurs memamerkan segala macam hasil produksi industri maupun pertanian dari segenap peloksok Nusantara. Dalam Bursa Tahunan itu juga diselenggarakan pameran dan festival seni budaya yang diikuti juga oleh artis seniman manca negara.

6.        Salah satu faktor sebagai kunci keberhasilan pengembangan pariwisata adalah promosi atau propaganda. Menyadari akan pentingnya promosi sebagai upaya menarik wisatawan, maka Burgemeester (Walikota) Bandung N. Beets pada tahun 1937 telah melibatkan seluruh warga kota dalam kampanye memperkenalkan objek wisata yang potensial.

7.        Bandung Baheula yang beken sebagai ”Parijs van Java”, memang merupakan kota titirah dan hunian kaum pensiunan yang indah permai. Kota Kembang yang sejuk asri menawan hati , mampu membelai sukma nurani pelancong untuk tetap betah tinggal. Pesona indah panorama alami, dilengkapi taman bersih hijau berseri, merupakan ciri lestari abadi.

8.        Ciri menarik Kota Bandung tempo dulu adalah suasana kehidupan masyarakatnya. Beberapa orang tua dulu sependapat bahwa dahulu  Bandung tenar sebagai kota tempat santai dan pelesiran. Dalam basa Sunda disebut Tempat Pangulinan. Suasana kehidupan masyarakat kala itu aman, tertib, dan tentram atau rust en orde, sangat mendukung  kelangsungan aktifitas Kota Bandung, hidup terus menerus sehari 24 jam. Memang Bandung tempo dulu adalah kota yang tidak pernah tidur. Tidak seperti jaman sekarang, orang cepat tidur, kelewat sore menutup pintu. 

Kini Bandung sudah mulai bebenah diri, ingin mengembalikan citra sebagai Bandung Kota Wisata. Tantangannya yang masih mencolok adalah kepadatan penduduk dan tumbuh berkembangnya bangunan baik guna perumahan, perkantoran serta pengelolaan pertamanan yang memang perlu ditertibkan lebih seksama. Pertanyaan kecil dari sahabat saya orang pertanian ahli pertamanan: ”Kunaon nya di Kota Bandung mah bet pohon pelindung sisi jalan teh lolobana tangkal Angsana. Pan eta mah gampang runtuh, jeung daunna baradag gampang  ngabalaan jalan. Alusna mah tangkal asem karanji, nu kungsi dipelakeun waktu jaman Bandung Tempo Dulu. Pan kiwari mah di kota-kota Jawa Tengah, Jawa Timur jeung kota Jakarta masih loba pelak asem karanji. Tangkalna kuat teu gampang runtuh katebak angin, daunna moal ngabalaan jalan. Oge buahna bisa dijadikeun manisan jeung ubar”. 

 

________________________

 

 

 

 
SITU PATENGGANG 08/07/2008
 

Rochajat Harun

Situ Patenggang terletak di kaki Gunung Patuha, kabupaten Bandung. Secara administratif berada di desa Patengan, kecamatan Rancabali, kabupaten Bandung. Kira-kira 50 km dari ibu kota kabupaten Bandung ke arah selatan, melewati Ciwidey suatu tempat persinggahan buat beli oleh-oleh makanan khas disana. Selanjutnya ke Situ Patenggang akan melewati perkampungan dan perkebunan teh yang dinikmati sepanjang perjalanan. Luas kawasan wisata (danau/situ dan hutan) mencapai 150 ha.

Di dalam danau terdapat berbagai jenis ikan, antara lain mujair, nila, ikan mas, nilem, lele, paray dan beunteur. Di sekitar danau hidup berbagai burung berparuh panjang, yang oleh masyarakat setempat dinamai burung blekek, tikukur, dan kaca mata. Di sekitar danau terdapat hutan lindung yang ditumbuhi rumput dan pepohonan khas Jawa Barat sejenis puspa (Scima waliechi), saninten (Castanopsisargentia), dan pasa (Cuercus sp). Konon disana masih terdapat binatang surili (Presbytis comata) yang kini diambang kepunahan.

Ada kerancuan nama objek wisata alam ini, ada yang menyebut Patengan, juga ada yang menyebut Patenggang. Dilihat dari etimologi nama Patengan berasal dari pateang-teang (saling mencari), menjadi pateangan (menunjukkan tempat pencarian) hingga akhirnya menjadi Patengan. Sedangkan nama Patenggang artinya adalah terpisah oleh jarak atau kondisi. Hingga kini dua nama tersebut tetap dipakai. Namun jika melihat nama desa dimana danau itu berada adalah desa Patengan, kawasan Rancabali.

Kawasan ini memiliki sebuah legenda sehingga muncul nama Situ Patenggang. Sejarah atau mitos tentang situ ini muncul disebabkan karena seorang pangeran bernama Ki Santang, keponakan Prabu Siliwangi, menjalin cinta dengan seorang gadis gunung yang sangat jelita bernama Dewi Rengganis. Namun perjalanan cinta tidak semulus dan seindah seperti yang dibayangkan oleh keduanya. Mereka dipisahkan karena suatu keadaan peperangan, sehingga air mata mereka membentuk sebuah situ atau danau. Selanjutnya danau itu dinamai Situ Patenggang. Pada akhirnya mereka dapat berkumpul kembali pada sebuah batu di nanau tersebut yang kini diberi nama Batu Cinta. Konon siapapun yang pernah berkunjung dengan pacarnya  ke batu tersebut, maka cinta mereka akan abadi.

Situ Patenggang merupakan sebuah objek wisata alam di daerah Bandung Selatan. Berada pada ketinggian 1600 m dari permukaan laut, memiliki panorama yang indah memikat. Hamparan hijau kebun teh bagaikan karpet alam, ditambah lagi dengan udara yang dingin dan bersih serta pancaran matahari yang hangat, memberikan kesan damai dan tenteram bagi para pengunjungnya sebelum mereka sampai ke Situ Patenggang.

Dulunya kawasan ini merupakan kawasan cagar alam atau taman nasional. Namun pada tahun 1981 telah resmi berubah menjadi sebuah taman wisata alam. Untuk menikmati objek wisata Situ Patenggang ini, tersedia fasilitas perahu yang bisa disewa untuk mengelilingi sebuah pulau kecil yang berada di tengah danau. Pulau tersebut dinamakan Pulau Sasuka. Pulau ini tampak rindang karena ditumbuhi berbagai pepohonan tinggi.  Biaya masuk ke Situ Patenggang per orangnya Rp4.500,-. Sedang biaya mobil masuk dan parkir sekitar R10.000,-. Relatif murah, karena objek wisata alam ini telah tertata baik. Fasilitas lumayan lengkap antara lain tersedia warung makan, warung souvenir, serta fasilitas toilet yang cukup bersih.

Sebetulnya tidak jauh dari Objek Wisata Situ Patenggang ini, ada objek wisata lain yang cukup menarik bagi wisatawan, yaitu Kawah Putih Gunung Patuha, perkebunan teh Walini yang dijadikan Tea Walk, pemandian air panas Cimanggu, serta bumi perkemahan Ranca Upas. Dan ada satu lagi yaitu Objek Wisata Agro Strawberry, yang terletak beberapa kilometer dari Ciwidey arah ke Situ Patenggang.

Wisata petik strawberry saat ini merupakan wisata yang sangat digemari oleh wisatawan. Strawberry merupakan produk agrowisata unggulan kabupaten Bandung, khususnya di daerah Ciwidey. Di daerah ini banyak sekali kebun strawberry yang tradisional sampai dengan kebun yang dilola secara profesional. Kita bisa bebas memilih kebun mana yang kita senangi dan memetik sendiri langsung.  

Ada hal menarik tentang objek wisata alam Kawah Putih. Di puncak Gunung Patuha terdapat kawah Saat yang berada di bagian barat, dan dibawahnya terdapat Kawah Putih dengan ketinggian 2.194 m diatas permukaan laut. Kedua kawah itu terbentuk akibat letusan gunung Patuha pada abad ke X dan XII silam. Keajaiban alam akan selalu muncul, bila malam hari sekitar jam 21.00, saat langit cerah dengan dihiasi bintang-bintang. Dari danau Kawah Putih akan terlihat pancaran cahaya terang kehijau-hijauan menghiasi kawah. Dari bias cahaya berwarna hijau itu terbentuklah sebuah lingkaran sinar yang mampu menerangi seluruh lokasi kawah. Seolah-olah kita tidak akan percaya menyaksikan keanehan ini. Pemandangan yang menakjubkan.

Misteri keindahan danau Kawah Putih baru terungkap pada tahun 1837, oleh seorang ilmuwan Belanda peranakan Jerman, DR Franz Wilhelm Junghuhn. Beliau yang telah berjasa membawa bibit kina dari Amerika Selatan dan ditanam di Indonesia. Tertarik adanya cerita misteri Kawah Putih yang menurut masyarakat setempat dikatakan sangat angker karena dihuni oleh mahluk-mahluk halus jin, dan tempat bersemayamnya roh para leluhur di Gunung Patuha.  Junghuhn tidak percaya, dan dia melanjutkan perjalanan menembus hutan belantara hingga akhirnya menemukan sebuah danau kawah yang indah.

Objek wisata Kawah Putih ini dikelola oleh PT Perhutani KPH Bandung Selatan, sudah dikenal oleh kalangan wisatawan. Namun hingga saat ini belum tampak adanya upaya pengembangan dan penambahan sarana yang memadai. Sarana jalan menuju ke puncak kawah cukup kecil, hingga hanya bisa dilalui oleh satu mobil. Sementara angkutan ontang-anting yang mengantarkan pengunjung dari pintu masuk ke puncak kawah hanya tersedia 2 unit dengan kapasitas 14 orang. Kalaupun ada pengunjung yang datang secara rombongan satu bus, maka harus bergantian menunggu giliran. Mudah-mudah hal ini menjadi perhatian para pengelola objek wisata. Semoga !
____________________

 

 
 

Rochajat Harun  

Kota Bandung, tempo dulu pada waktu zaman penjajahan Belanda pernah dijuluki Parijs van Java, karena keindahan kotanya yang indah serta banyaknya pertamanan kota yang penuh dengan bunga-bungaan yang beraneka ragam. Sehingga wajarlah apabila didaerah Bandung ini -termasuk ke wilayah utaranya yaitu kawasan Lembang-, banyak para inohong Walanda yang bermukim didaerah ini sebagai tempat peristirahatan. Rumah-rumah atau berbagai villa banyak dibangun oleh Belanda.

Sampai kini masih ada beberapa sisa perumahan Walanda terutama di sepanjang jalan Setiabudhi terus ke utara wilayah Lembang. Walaupun banyak yang sudah dipugar. Mungkin itulah salah satu alasan kenapa Bandung ini dulu pernah dijuluki Parijs van Java, atau ada pula yang menjuluki Bandung Kota Kembang. Memang daerah Bandung ini selain memiliki hawanya yang sejuk, juga banyaknya pemandangan yang indah, serta alam pergunungan yang enak dipandang mata. Namun julukan kota nyaman nan indah berbunga itu kini tinggal kenangan semata.

Ada satu tempat yang kini terkenal sebagai daerah perbungaan, yaitu di wilayah kota Bandung sebelah utara, yang diberi nama Taman Bunga Cihideung. Lokasinya berada di Jalan Sersan Bajuri desa Cigugur, kecamatan Parongpong. Lokasi ini dapat ditempuh sekitar 20 menit dari kota Bandung. Aksesibilitas untuk mencapai lokasi cukup baik karena dapat ditempuh dengan angkutan umum dan angkutan pribadi, dan dengan kondisi jalan yang cukup baik.

Taman Bunga Cihideung sudah ada semenjak jaman penjajahan Belanda, kemudian mulai dirintis kembali pada tahun 1983. Waktu itu daerah ini belum tenar seperti sekarang. Yang dijual pun kebanyakan bunga potong. Namun, sejak daerah Parongpong dijadikan jalan alternatif menuju kawasan Lembang, barulah kawasan ini menjadi semakin terkenal dan dijadikan salah satu objek wisata di kota Bandung.

Di kawasan Taman Bunga Cihideung terdapat ratusan mungkin lebih dari 200 jenis tanaman. Mulai dari bunga-bungaan, buah-buahan, dan berbagai jenis bibit pepohonan. Mereka berada di sepanjang jalan Cihideung. Kondisi tanaman disini benar-benar terawat dengan baik sehingga mampu memikat orang-orang yang berkunjung kesini. Jenis bunga-bungaan antara lain: mawar, anggrek, lavender, oleander, suplir dan sebagainya, termasuk bunga Gelombang Cinta yang kini sedang nge-trend. Berbagai jenis bibit buah dan pepohonan terdapat disini antara lain: jeruk, mangga, cycas, palem, bambu dan lain-lain. Harganya berkisar dari yang paling murah cuma Rp.1000,- sampai dengan yang paling mahal seharga Rp25.000.000,-. Tanaman ini biasanya dijual dalam pot atau polybag.

Sebagai salah satu kawasan objek wisata , Taman Bunga Cihideung memiliki persyaratan sebagai salah satu objek wisata. Dilihat dari aspek-aspek Pleasure, Excitement, Entertainment dan Adventurers, maka taman Bunga Cihideung dapat memenuhi persyaratan dilihat dari aspek-aspek: 

·          Something to see, kawasan Taman Bunga Cihideung adalah satu-satunya daerah di Bandung yang berfungsi sebagai sentra penjualan tanaman sekaligus juga pembibitannya.

·          Something to do, kawasan Taman Bunga Cihideung memiliki fasilitas pendukung yaitu terdapat cafee-cafee, dan rumah makan terkenal yang berada disekitar kawasan Taman Bunga Cihideung. Selain kegiatan jual-beli tanaman, kawasan ini juga dapat berfungsi sebagai laboratorium, yaitu tempat kita mempelajari tanaman dan mengamatinya.

·          Something to know, kawasan Taman Bunga Cihideung telah memiliki Tourist Information Center tempat kita bertanya banyak hal mengenai kawasan Taman Bunga Cihideung.

·          Something to buy, kawasan Taman Bunga Cihideung ini adalah pusat jual-beli tanaman hias di Bandung. Para pembeli selain dari daerah Bandung juga ada yang dari luar kota Bandung, seperti Jakarta, Garut, Tasik, Subang dan sebagainya.

Pada hari Sabtu dan Minggu, atau pada hari-hari liburan, daerah Taman Bunga Cihideung banyak sekali dikunjungi wisatawan, baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Motivasinya beragam. Ada yang datang untuk sekadar relax menikmati hawa pergunungan sambil mengamati keindahan berbagai bunga; ada juga yang bermaksud membeli berbagai macam bunga. Data terakhir menyebutkan bahwa 60% pengunjung datang ke Taman Bunga Cihideung untuk membeli tanaman, sedang 40% hanya sekadar jalan-jalan.

Kini pemerintah setempat bekerja sama dengan pihak swasta sedang terus menata agar objek wisata ini benar-benar nyaman bagi para pengunjung. Sebetulnya ada 3 (tiga) masalah yang perlu segera diperbaiki yaitu keadaan jalan-jalan yang sudah mulai rusak, lahan parkir yang perlu dibenahi sehingga tidak ada lagi yang markir mobilnya di pinggir jalan. Dan masalah ketiga adalah banyaknya villa yang sedang dibangun, sekitar kawasan ini. Hal ini menyebabkan disana masih ada tampat yang gersang karena banyak pepohonan rindang yang ditebang, demi pembangunan villa. Mudah-mudahan dalam waktu singkat permasalahan tersebut segera dapat diatasi. Semoga !

 
 

Rochajat Harun

Aya bewara dina koran Pikiran Rakyat (PR), poe Senen tanggal 3 Agustus 2008 halaman hiji nu netelakeun yen barang kuno kayaning 500 naskah kuno jeung barang pusaka saperti keris, kujang asal Cirebon dilelang rek dijual ku nu bogana nyeta Nyimas. Cenah geus ditawar ku urang Malaysia harga hijina Rp300.000,- Ningal dina jumlahna duit nu bakal katarima tangtu mani gede naker. Kurang leuwih kana Rp150. juta. Lain duit leutik-leutik.

Hal ieu diuningakeun ku bapa Edi Permadi, salah saurang filolog ti UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) ka koran PR dina sela-sela mayunan “Simposium Internasional Pernaskahan Kuna Nusantara XII” nu bade diayakeun di Bandung. Bewara ieu, tangtos tiasa nimbulkeun kaprihatinan warga Jawa Barat, utamana para inohong  kudawet urang Sunda nu hayang jeung tetep micinta sareng ngamumule titinggal karuhunna.

Sababaraha waktos kapengker kantos pribados nyerat dina koran PR, oge koran basa Sunda Galura, nu netelakeun kirangna perhatosan pamarentahan satempat kana barang-barang karuhun kalebet candi-candi titinggal karajaan buhun Pajajaran. Diantawisna patilasan karajaan di Kawali, situs Cimende di Bandung, situs di Bogor, Garut, Cirebon, Subang sareng sajabina. Malahan pribados ge kantos ngintunkeun bewara sarupi kitu teh kana Internet. Seueur nu masihan komentar, pajar cenah kunaon atuh nya bet kirang perhatosan ti pamarentah. Benten sareng propinsi lain. Naha uga Sunda pajah ”Pajajaran Tinggal Ngaran” teh tos ngawitan  katangar?. Sakumaha nu tos dihaleuangkeun ku Nenden Dewi Kania, juara pasanggiri tembang sunda Cianjuran.

Pribados emut ka sababaraha warsih kapengker, wartosna di Jogyakarta, aya inohong kadaton nu tos wantun ngical barang-barang antik arca kuno sareng paparabotan antik  kayaning keris sareng sajabina. Atuh mani pahibut reaksi ti para inohong karaton. Seuseueurna reaksi protes supados eta barang titinggal karuhun teh diuihkeun deui ka asalna. Malahan aya usulan, palakuna ge kedah di peratunkeun.

Di Jawa Barat, kantos aya kajadian maksad jujualan barang antik sapertos kitu. Maestro Tari Topeng ti Indramayu nu wastana tos kasohor salaku panari topeng moyan nyeta Mimi Rasinah, maksad ngical topeng buhunna. Alatan taya waragad kanggo ngalandongan panyawat strokna, dugi ka bade ikhlas ngical topeng kameumeutna. Eta bewara teh kaangseu ku para inohong Sunda Jawa Barat. Atuh mani pahibut deui wae pada-pada hoyong ngabela Mimi Rasinah, utamina kanggo waragad mayar lalandong ka rumah sakit Hasan Sadikin di Bandung. Sajabi ti nyumbang dana teh, oge mani euyeub lumungsur ngalongok Mimi Rasinah di Rumah Sakit.  Kiwari tos damang deui, sanaos mantenna teu weleh nganggo korsi roda.

Tahun 80-an pribados kantos nganjang ka salah sawios ibu kasepuhan di Talaga. Mantenna teh wartosna mah masih keneh sesekeler nu baheula ngageugeuh karajaan Talaga. Di bumina, diruangan payun, kasampak aya sababaraha barang antik kayaning gamelan buhun, barang-barang pusaka sapertos tumbak, keris, kujang sareng sajabina. Saurna mah, eta sadaya barang antik teh titinggal ti para sepuh eyang-eyangna nu kantos ngageugeuh karajaan Talaga. Kaleresan, miosna pribados kadinya teh maksad nyarengan mahasiswi pariwisata ti ABA Yapari Bandung, nu bade nalungtik karajaan Talaga, kanggo ngarengsekeun tugas akhirna. Atuh obrolan sinareng ibu sepuh teh mani uplek teu pikaboseneun. Teu karaos tos nyangkolong waktos dugi ka 3 jamna.

Dina pamungkas obrolan, pribados kantos tumaros ka mantenna, naha ieu paparabotan kuno titinggal karuhun buhun teh bade saterasna disimpen di ieu bumi, atanapi bade diserenkeun bae ka pamarentah supados dimumule di musium? Margi katingalna mah kirang piara, pinuh ku kebul. Turubna ge mani tos belel saroeh orowodol. Ditaros kitu teh ibu sepuh mung ukur ngalimba, socana carinakdak. Walerannana teh pondok pisan: ”Parantos diuningakeun mah, mung saur marantenna teh, hapunten taya waragadna,”. Kiwari eta barang antik teh duka aya keneh duka tos teu aya. Sangkian pribados mah ibu sepuhna ge tos tilar dunya, margi waktos harita pribados nepangan mantenna teh yuswana parantos 80 tahun langkung. Mudah-mudahan we barang-barang pusaka karajaan Talaga teh araya keneh.

Sababaraha waktos kapengker, dina patengahan sasih Juli 2008, Drs.H.I. Budhiana, MS. Kapala Dinas Kabudayaan & Pariwisata (Disbudpar) Jabar ka wartawan koran Sunda Galura, ngadadarkeun sagala rupi nu aya patalina sareng pariwisata di Jawa Barat. Pisaur mantenna: ”Pangwangunan pariwisata jeung budaya teh, teu bisa ditangtukeun ku hiji kelompok, teu bisa ditangtukeun ku pamarentah wungkul, tapi kudu dumasar kana hasil gempungan. Pamarentah mah ukur nyieun wadah, ngapasilitasi, sangkan pariwisata jeung budaya maju. Anu ngeusianana, anu ngokolakeunana mah masyarakat”. (Galura, edisi III Juli 2008).

Kasauran kitu teh leres pisan. Nanging peryogi pisan follow up nu saestu, utamina ngeunaan koordinasi sinareng motivasi nu leres-leres kedah diupayakeun ku pamarentah supados produk wisata sinareng hal-hal anu aya patula-patalina  sareng kapariwisataan tiasa kabina  lumintu ngawujud kapiara. Contona wae barang-barang pusaka, artifak nu kiwari masih paburencay ka teler-teler, ulah dugi ka diaricalan ka nagri deungeun. Kalebet sababaraha situs-situs karajaan Sunda buhun. Kalihna ti eta tiasa kauninga saha-sahana golongan masyarakat nu langkung tanggel waler ngokolakeunana. Upami saur basa legeg Osborne mah cenah diswastakeun (privatisasi). Pamungkas catur, taya sanesmugia we propinsi Jawa Barat tiasa nanjung manggung janten idola para wisatawan! Amin.