Rochajat Harun
Salah satu komponen yang perlu diperhatikan dalam kepariwisataan adalah tersedianya restoran (rumah makan) yang memadai bagi wisatawan. Macam rumah makan yang cocok, bentuk dan cara pelayanan, serta jenis makanan yang akan disajikan hendaknya memperhatikan akan selera dan kebiasaan para calon wisata. Adakalanya kebutuhan makanan termasuk pelayanannya bagi wisatawan asing berbeda tergantung dari daerah mana asal mereka. Wisatawan yang berasal dari Eropah maupun Amerika, tentunya berbeda dengan wisatawan yang berasal dari Timur Tengah dan Asia.
Hal tersebut harus jadi pertimbangan bagi pengelola paket wisata termasuk para pramu wisata. Perlu diperhitungkan seawal mungkin sebelum mereka datang ke Daerah Tujuan Wisata maupun selama perjalanan di Indonesia. Contoh yang kecil saja misalnya jenis makanan bagi orang Eropah maupun Amerika, mereka sangat sensitif terhadap makanan yang pedas seperti sambal, atau masakan ala Padang. Ataupun jenis makanan yang baunya cukup menyengat seperti jengkol, petai, maupun buah durian. Bagi orang Indonesia hal ini mungkin sangat menyenangkan, tapi belum tentu bagi mereka. Demikian pula dalam hal penyajian makanan, apakah model internasional (International style), fast food, atau self-service, atau model bebas gaya kita di Indonesia, dan sebagainya.
Ada beberapa catatan dari beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa pengeluaran untuk makan dan minum wisatawan banyak tergantung dari besar kecilnya nilai disposible income masing-masing keluarga dalam masyarakat. Seperti di Perancis misalnya dalam tahun 1976, sebesar 43 % untuk keperluan makan dan minum. Demikian pula halnya di Itali dalam priode yang sama mencapai sebesar 40%, sedangkan di Inggris hanya 32% dan Amerika Serikat lebih kecil lagi, yaitu hanya 17% saja.
Meskipun secara proporsional pengeluaran untuk makanan dan minuman di Amerika Serikat lebih rendah, namun uang yang dibelanjakan untuk makan di luar rumah (Dine-out) meningkat lebih besar dibandingkan dengan "disposable income" negara tersebut. Salah satu sebab yang perlu diperhatikan, adalah karena banyak kaum wanita yang menjadi pekerja di kantor dan pabrik serta industri lainnya.
Dalam tahun 1970 tercatat 41% wanita bekerja diperusahaan-perusahaan dan dalam tahun 1980, angka tersebut lebih besar lagi diperkirakan sebesar 60%. Ini berarti diperlukan peningkatan pelayanan penyediaan makanan yang lebih cepat (to serve fast foods) bagi mereka yang makan di luar rumah. Belum lagi para wisatawan yang jumlahnya semakin meningkat setiap tahun, yang dengan sendirinya memerlukan pelayanan khusus pula.
Semua ini membuat kita harus berpikir, bagaimana dapat di ciptakan suatu sistem penyediaan dan pelayanan pada restoran-restoran di masa-masa yang akan datang. Karena itu perencanaan suatu restoran selalu akan disesuaikan dengan keadaan yang selalu berobah, baik dalam pola konsumsi, maupun perobahan dalam tingkah laku manusia yang harus pula disesuaikan dengan corak perekonomian dunia.
Beberapa dasar pertimbangan yang perlu diperhitungkan dalam mengusahakan suatu usaha restoran, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan wisatawan, baik wisatawan mancanegara maupun domestik. Sebaiknya terlebih dahulu diadakan penelitian tentang:
1) Lokasi, di mana restoran itu akan didirikan.
2) Besar atau kecilnya restoran yang akan diusahakan.
3) Pasaran yang akan dimasuki, yang banyak pula tergantung pada keahlian yang dimiliki oleh para juru masak dan tata hidangan yang digunakan.
4) Cara dan macam pelayanan yang dapat diberikan.
5) Macam bahan bakar yang akan digunakan.
Macam dan jenis restoran yang akan diusahakan banyak pula tergantung pada pengalaman dan keahlian yang dimiliki di samping macam langganan yang akan diharapkan untuk datang mengunjungi restoran yang diusahakan. Macam dan jenis restoran yang kita kenal di antaranya ialah:
1) The Gormet Restourant. Yaitu suatu restoran yang mengutamakan penyediaan dan pelayanan makanan dan minuman yang sifatnya khusus atau eksclusip, di mana pelayanan dan jenis makanan yang dihidangkan termasuk yang terbaik saja. Biasanya pelayanan dan harga makanan dan minuman yang dihidangkan sesuai dengan kualitas. Oleh karena itu restoran semacam ini termasuk restoran golongan mewah atau diperuntukkan bagi golongan VIP.
2) The Family Type Restourant. Restoran semacam ini menghidangkan makanan dan minuman dengan palayanan dan harga yang agak moderat, dengan tujuan untuk dapat menarik lebih banyak keluarga keluarga dalam satu rombongan beserta relasi atau kenalannya.
3) The Convenience Restaurant. Ini adalah restoran yang dapat memberikan pelayanan secara cepat (quick service) dengan harga yang relatif murah.
4) Table Service Restaurant. Di sini para pengunjung duduk di kursi yang telah disediakan dan makanan serta Minuman dihidangkan di meja dan dilayani oleh Waiter dan atau Waitress.
5) Counter Service Restaurant. Di sini pengunjung duduk disuatu counter, makanan dilayani oleh petugas yang mempersiapkan makanan dan minuman atau oleh Waiter maupun Waitress yang ada.
6) Self Service Restaurant. Jenis restoran ini kita kenal dengan sebutan "buffet" atau "cafetaria", di mana makanan dan minuman dipajangkan dan pengunjung tinggal memilih sendiri, makanan mana yang disukai dan membawa sendiri makanan tersebut ke tempat duduk yang telah disediakan. Kebanyakan restoran semacam ini beroperasi dalam bentuk "chains operation system" atau "franchise operation system", dimana penggunaan nama dan tata cara dalam berusaha berdasarkan suatu pola dari organisasi pusat. Di Amerika Serikat jenis restoran ini misalnya Howard Johson Restaurant. Bila orang membaca nama tersebut, segera orang tahu makanan dan minuman macam apa yang tersedia di restoran tersebut.
7) The Speciality Restaurant. Restoran semacam ini hanya menyediakan makanan dan minuman tertentu dalam macam dan jenis yang terbatas. Pada restoran ini peranan dekorasi dan interior sangat memegang peranan penting untuk menarik lebih banyak langganan. Mengenai pelayanan dan harga maupun kualitas dapat dikatakan berada di antara Gormet dan Family Type Restaurant.
8) Carry-out Restaurant. Restoran yang dapat menyediakan makanan secara cepat, di mana makanan dan minuman dipesan meialui tilpon sebelumnya dan kemudian dibawn ke tempat di mana pemesan berada atau tinggal, apakah di pabrik, di kantor, di hotel atau di daerah perkemahan dan lain-lain.
Selain berbagai jenis restoran yang telah disebutkan tadi, tidak salah juga apabila disediakan restoran atau rumah makan yang memiliki menyediakan makanan/minuman khas Indonesia, baik jenis makanan, pelayanan, penyajiannya, termasuk jenis hiburannya (entertainment). Tentunya informasi yang lengkap tentang ini perlu disampaikan sebelumnya kepada calon wisatawan. Mungkin saja mereka menginginkan restoran yang khas Indonesia, apakah khas Sunda, Padang, Yogya dan sebagainya. Hal ini termasuk jenis minuman yang khas, seperti bajigur, bandrek dari Jawa Barat.
_______________________