Minggu, 2008 Januari 06 WN, TKW Bandung: Baba dan anak sama saja - ma fi quais.. Namanya tidak mau diketahui publik. Inisialnya WN, dari Bandung. TKW ini kabur ke Sekolah Indonesia Riyadh hari Rabu, 2 Januari 2007 dengan selamat. Bekerja selama 5 bulan, dan tidak tahu nama majikannya. Adapun PT penyalur di Jakarta adalah PT AMRI. Berikut adalah petikan wawancara redaksi dengan WN:

Kenapa kabur, Mbak?
Ya saya lari aja dari rumah majikan daripada saya mau diperkosa sama majikan, belum makan 1 hari cuma 1 kali. belum kalau makan malam beli sendiri.
Belinya dimana, kan perempuan susah keluar?
enggak, kan itu anaknya suka beli, suka dipinta uang itu sama dia. Katanya kalau mau maka, sini uang kamu, beli. Pakaian beli sendiri, kebutuhan saya beli sendiri
Terus makanan tiap malam habis berapa riyal?
mungkin 20 riyal.... 18 riyal gitu saya beli apa namanya itu sendosa [sambusa].
Duit itu dari mana?
Dua bulan itu gaji dipegang sama saya, saya e... bohonglah sama majikan kalo saya nggak punya uang. kalo nggak bohong sama majikan mah saya gak bisa makan. saya bohong sama majikan bahwa uang saya sudah dikirim ke indonesia. Melalui siapa katanya? terus saya ngomong melalui sopir gitu. Saya punya gaji 3 bulan itu dipegang sama dia, saya minta semua mau dikirim ke Indo nggak boleh. Coma dikasih satu ribu, dan yang ada di majikan sekarang 700 mungkin sama HP saya dipegang majikan.
Apa orangtuanya tidak tahu kalo anak-anaknya nariki duit untuk makan?
Ada saya kalau ada uang riyalan itu suka saya kasih 20 riyal, enggak kembali...
Kerja di sana dari jam berapa sampai jam berapa?
Wah, dari pagi sampai malam saya kerja enggak berhenti-berhenti...
Majikan laki-laki gimana? udah tua? atau...
udah tua, iya udah tua... tapi suka main-main... sampai ...wah... gak baik itu mah... sampai megang teteh [maaf, payudara] saya... Sampai kalau dia pulang dari kantor suka manggil saya, saya turun, di tangga saya harus megang tangannya, sampai tangannya dia... ah.... saya nolak, saya bilang haram Baba... dia bilang ngga... ngga haram katanya...
Majikan perempuan nggak ngerti kalo majikan laki-laki begitu?
Enggak.. bukannya enggak ngerti tapi enggak percaya kalo dilapori
Majikan perempuan gimana, galak?
Galak sih enggak, bawel lah... mana nyuruhnya pake kaki... kalau nyuruh itu belum beres we...we .wee... minta ampun.
Berapa anaknya?
anaknya ada 4, yang 1 sekolah di belanda, apalagi itu ah... saya.... itu yang paling dewasa yang sekolah di belanda... ini adiknya agak kecilan sedikit... ini saya bawa fotonya...
O... ini yang mau memperkosa? (sambil melihat foto anak laki2 berpakaian ala saudi, dengan usia sekitar SMP (15 tahunan).
kemarin juga waktu majikan saya nggak ada, pergi semua sama anak perempuannya, sama si baba, dia datang sama anaknya si Baba, si Baba istrinya dua... Datang si anak itu dan dia sama saya ma fi quais (enggak baik). Saya sedang nyuci gelas, dia bilang siapa nama kamu? kamu mau... wa... dug-dug (red: bersetubuh)... Masih anak kan (sambil memperlihatkan fotonya). Ini majikan perempuan... ini majikan laki-laki... (sambil menunjukkan foto anak, baba, dan majikan perempuan).
Masih kecil kaya gitu mau memperkosa...
Iya, ... sampai anunya [maaf, kemaluannya] dia sampai ke muka saya... saya gini aja (menutup muka dengan tangan). Katanya.. lihat lihat... saya suruh megang... saya lari aja.
Yang satu kali itu di kamarnya, saya dipanggilin sama dia.. Kesini kamu... mau apa.. ini setrikakan baju saya... Ya saya masuk ambil.. e.. saya mau ambil malah saya di..... Tapi saya bisa menghindar. Awas kamu jangan gitu, saya ini pembantu.. haram... punya suami... katanya nggak apa-apa... suami kamu ada di Indonesia. Sekarang kamu punya saya... Awas kamu ya saya bilangin sama mama kamu... Saya udah nggak kuat itu lah ngomong sama majikan perempuan tapi nggak percaya...
Habis ini mau pulang ke indonesia?
Mau pulang dulu aja
Mau kembali ke sini?
Enggak insya Allah enggak...

 
 

Sabtu, 2007 November 03 Nuryati, TKW Sukabumi Kabur Karena Mau Diperkosa Anak Majikan Kabur memang beresiko, namun bagi Nuryati, lebih baik beresiko yang lebih rendah karena kalau tidak kabur resikonya lebih tinggi. Lelaki anak majikan yang sudah bejat perilakunya dan tinggal satu rumah dengan Nuryati berkasta pembantu, sangatlah berbahaya. Ia memilih kabur untuk mempertahankan kehormatan dirinya.
Berikut adalah petikan wawancara kru IndoTKW yang kebetulan menemui TKW yang kabur ke SIR (Sekolah Indonesia Riyadh), hari Kamis, 1 November 2007, pagi hari sekitar pukul 08.00 WIR (Waktu Indonesia bagian Riyadh). Namanya adalah Nuryati, TKW asal Sukabumi.

Alasannya kenapa mbak kabur dari majikan?
Aku nggak tahan Bang, majikan perempuan ngoomel terus, mana anaknya banyak, mana anak laki-lakinya mau memperkosa aku Bang

Majikan perempuannya cerewet ya?
itu nggak masalah buat aku Bang, yang penting gaji lancar. aku minta gaji enggak [dikasih], aku minta telpon nggak [boleh]. Udah dua pembantu katanya sama teman-temanku semuanya kabur, Bang. Yang 1 orang Indonesia. Tiga aku kabur.

Kerjanya dari jam berapa?
Aku kerja dari jam 12 [siang]. Madam kalo mbangunkan aku pake kaki. kerjanya sampai pagi Bang.

Berapa sih usia anak laki-lakinya itu?

Udah besar Bang, mungkin itu kan anaknya 9, itu yang kedua. Aku takut sekali Bang. Aku coba kabur malah ketahuan, sekarang enggak, sekarang semuanya tidur.

Jadi belum terima gajinya ya Mbak?
Belum.... iya. Aku kan di sini kan cari uang untuk membantu suami aku, tapi malah ini begini...

Suami mbak apa kerjanya?
Suamiku, anakku 1 bang, suamiku kerja cuma tani aja. Aku takut sama itu [Anak laki-laki majikan], Bang.

Sudah seberapa jauh memperkosanya?
ah enggak [sambil tersenyum], .... iya dia mau mencoba untuk merkosa aku, tapi Alhamdulillah [selamat]. Katanya [anak laki-laki majikan] semua pembantu Indonesia gini [mau ditiduri] katanya, semua pembantu indonesia katanya gini. kataku enggak. enggak semua pembantu gini.
aku sempat dorong-dorongan pintu kamar sama dia Bang.

Jadi belum punya uang sampai sekarang?
enggak. belum. belum . aku kan pinta coba berulang kali katanya nggak ada uang.

Majikannya namanya siapa?
Ali Al Shahrani

Tinggalnya dimana dia?
di sini juga, aku nggak tahu Bang..

Mbak Nur kaburnya gimana tuh?
Iya pake taksi aku

Nggak khawatir ya kalo dibawa kabur sopir taksi Bangladesh?
(tersenyum)

Kok tahu kaburnya ke SIR?
udah dikasih tahu kalau kabur ke SIR. Aku kan punya temen, katanya kabur aja kamu, katanya ke sini aja. ini apa sih namanya? [indoTKW: ini Sekolah Indonesia Riyadh, Mbak..] Iya katanya aku coba untuk kabur, kan dia adanya di kamis [redaksi: mungkin ini nama suatu daerah dimana temannya tinggal], bukan di sini, katanya [ada TKW] udah 4 tahun nggak digaji, ada yang 6 tahun nggak digaji nggak dipulangin.

Lha duit taksi dari mana?
Aku punya temen bang, katanya ini aja pake...

Barang-barang dibawa?
Aku cuma bawa ini Bang [sambil memperlihatkan sekantong plastik kecil pakaian], lainnya masih di rumah majikan

Perlu diketahui, setiap hari di SIR, rata-rata ada 3 TKW yang kabur. Itu yang tercatat di SIR. Diluar perhitungan TKW yang kabur ke tempat penampungan ilegal dengan nasib yang bisa jadi lebih mengenaskan lagi. Dhuh Gusti... nyuwun pangapunten... [DR/AP]

 
 

Alkisah, seorang TKW baru beberapa bulan dipekerjakan di sebuah rumah dengan majikan laki dan perempuan yang galaknya minta ampun. Suatu saat, ketika sang TKW disuruh bersihkan gudang yang telah lama numpuk barang-barang jaman lampau. Dia tak sengaja menemukan sebuah guci. Meski lecek tampilannya cukup menarik hati, khas Arab lah. Hati Sang TKW pun terusik untuk memilikinya... Segera diambilnya guci itu dan segera dilapnya dengan kain abayanya... Tak sengaja, tiba-tiba dari dalam guci muncul asap tebal dan keluarlah Jin penunggu guci.
"o... wahai engkau wanita... aku telah berjanji pada seseorang yang bisa melepaskanku, akan kukabulkan 3 permintaanmu..." Demikian kata jin laki-laki ini. Si TKW pun kaget bukan kepalang.. Guci pun dilemparkan menjauhinya. Tetapi ketika mendengar ungkapan itu.. si TKW pun segera berusaha menutupi ketakutannya... "Wahai jin, aku suamiku di Indonesia ingin pekerjaan, berilah pekerjaan..." Sang Jin pun tertawa... ha ha ha... "Permintaanmu begitu ringan. Suamimu mulai saat ini telah bekerja menjadi sopir. Sebutkan permintaanmu yang kedua.."
Si TKW pun mengungkapkan permintaan yang kedua setelah sejurus berpikir "Wahai Jin, anak-anakku ingin sekolah, maka berilah anak-anakku uang yang yang cukup untuk sekolah"
"Ha..ha..ha.. Permintaanmu itu sangat ringan. Anak-anakmu sekarang telah membawa sekantung mas picis rajabrana. Sebutkan lagi permintaanmu yang terakhir wahai wanita"
"Eh... kini jadikan majikanku baik perangainya terhadapku sehingga aku betah bekerja di sini"
"Wah.. eh... permintaanmu ini sulit kukabulkan... Aku tidak bisa mengubah perangai dan sifat orang orang Arab yang keras kepala sejak turun-temurun..." Kata Jin seraya malu-malu.

 
 

Tarmi binti kurdi menjadi korban perkosaan oleh seorang Qatari asli yang bernama Ali Ali M.Abdullah. Tarmi tidak sendirian, seorang pembantu asal filipina bernama Mary Grace juga turut menjadi koban syahwat Ali. Tarmi sendiri sebenarnya tidak bekerja pada Ali. Dia baru bekerja di Qatar selama 4 bulan. Karena majikannya berlaku kasar padanya, Tarmi kemudian memutuskan kabur. Ketika itu dia bertemu dengan sopir India yang berkerja pada Ali kemudian mengatakan bahwa Ali sedang membutuhkan seorang pembantu. Selama hampir seminggu dirumah Ali, Tarmi diperkosa oleh Ali sebanyak tiga kali dan sekali oleh sopir India yang mengambilnya dari jalan. Sedang Mary sendiri telah dijadikan korban perkosaan oleh Ali selama lebih dari satu tahun, bahkan sempat diberikan juga kepada seorang kawanya juga untuk diperkosa.
Kejadian ini terungkap ketika sebuah mobil patroli polisi lewat didepan rumah Ali. Mengetahui ada mobil polisi melintas, Mary langsung berteriak memanggil-manggil untuk dibawa kekantor polisi. Polisi kemudian menuruti permintaanya dan membawanya dengan Tarmi kekantor polisi Doha. Polisi langsung merekam semua apa yang diucapkan oleh Mary dan Tarmi. Hari itu juga Ali langsung ditangkap (27/9/2007).
Saat ini kasus tersebut sedang menunggu untuk disidangkan setelah semua proses penyidikan di Kantor Polisi dan Kejaksaan selesai. Setelah sempat menginap di tahanan. Tarmi dan Mary sudah dibebaskan (23/20/2007). Mary dijemput oleh Hiedo Hernando, staff dari kedutaan Filipina dan ditampung disana menunggu proses pengadilan untuk kemudian dipulangkan atau kembali bekerja. Sedangkan Tarmi diambil oleh Aisyah Ahmad (Somalia) dari Agensi Khalid Untuk Pembantu (syarikah khalid lil-khaddamat) dan menunggu sebagaimana Mary.
Bila anda merasa bahwa Tarmi adalah keluarga anda, silahkan mengirimkan email ke
lurahe_amama@yahoo.com
amamaali@gmail.com
sertakan juga nomor telpon yang bisa kami hubungi atau nomor hp sehingga kami bisa langsung menghubungi dalam waktu kurang dari 24jam.


detail kasus:
No. berkas: 3897/2007
Kantor Polisi Doha (Idarah Amnul ‘Asimah)


Sumber: http://mamagol.wordpress.com