Malang benar nasib Obar Sobariah, dia mengaku telah dua atau tiga kali (menurut pengakuannya) dikerjai (maaf, digagahi) anak majikan. Kali terakhir, dia pun memutuskan untuk kabur karena diminta lewat belakang (maaf, dubur). Ia pun kabur dengan membawa sejumlah bukti, yaitu kaos lap yang digunakan pada kejadian sebelumnya. Ia mengakui, biarlah dari depan tidak mengapa, karena ia pun telah tua, namun ia tidak tahan dengan perlakuan dari belakang.
NGAWI - Winarti (19), seorang tenaga kerja wanita (TKW) yang bekerja di Malaysia terpaksa dipulangkan ke kampung halamannya. TKW asal Dusun Keras Wetan, Desa Bayem Kalang, Kec Geneng, Kab Ngawi ini dipulangkan karena mengalami depresi hebat.
Selain mengalami depresi dan tidak bisa berbicara, bagian tubuhnya juga ditemukan bekas luka yang sudah mengering. Menurut orang tua korban, Tumiran (48), Winarti menjadi TKW di Malaysia sejak bulan Mei 2007 melalui salah satu PJTKI asal Kab Ponorogo.
Selama berkerja di Malaysia putri pertamanya itu tidak pernah memberikan kabar dan pulang dalam kondisi sakit. "Saat dipulangkan kondisi anak saya sudah cukup berat. Dia kelihatan ketakutan dan sulit diajak bicara. Padahal saat berangkat dulu kondisinya sehat," ujarnya.
Setelah tiba dirumah, pihak keluarga langsung membawa ke Puskesmas Geneng guna menjalani perawatan. Selama menjalani perawatan, kondisi Winarti berangsur membaik. Namun hingga saat ini belum bisa berkomunikasi dan masih perlu perawatan lebih lanjut.
"Kita belum tahu apakah selama bekerja dia pernah disiksa. Sebab, untuk berbicara dengan lancar dia masih susah," ungkapnya.
Melihat kondisi kondisi anaknya seperti ini, pihak keluarga berharap PJTKI yang memberangkatkan anaknya bertanggung jawab dan memberikan bantuan pengobatan. Selain itu pihaknya berharap pemerintah memberikan Askeskin agar perawatan anaknya dilakukan dengan baik.
Dia mengaku, pihak penyalur tenaga kerja hanya memberikan uang sebanyak Rp750.000 saja yang merupakan sisa gaji selama berkerja sebagai pembantu rumah tangga. (Muhammad Roqib/Sindo/pie) Berita Terkait 'TKI'
TKW Cianjur ini ketika di tasawul (penjara) banyak melihat masalah. Dia mencontohkan temannya yang direndam tangannya dengan Clorox (pemutih/bleacher) oleh majikan, muka disiram pula dengan Clorox. Tentunya ini bukan satu-satunya kasus “ringan” yang seharusnya sudah menjadi perhatian pemerintah Indonesia, bahkan harus menjadi perhatian dunia… Duhai Raja Abdullah… rakyatmu… rakyatmu… rakyatmu…
BANYUWANGI - Pengalaman pahit kembali menimpa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) wanita asal Banyuwangi. Kali ini seorang TKI bernama Reny Suryani (21), warga Desa Dusun Palurejo RT 02 RW 07, Desa Tembokrejo, Kec Muncar mendapatkan pelecehan seksual dari kerabat majikan tempat dia bekerja di Riyadh, Arab Saudi, bahkan dia nyaris diperkosa.
Menurut keterangan dari ayah korban, Johan, Reny yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga juga tidak digaji selama 19 bulan. Sebelumnya dia sempat pulang pada Desember 2005 dan berangkat lagi ke Arab Saudi pada Januari 2006 hingga sekarang.
Kontrak kerjanya selama dua tahun sebenarnya sudah berakhir namun dia tetap dipekerjakan oleh majikannya. Peristiwa pelecehan seksual itu dialami Reny sekitar Januari 2008 lalu.
"Waktu itu majikan laki-laki dan perempuannya sedang keluar rumah. Dan tiba-tiba keponakan majikannya masuk dan berusaha memperkosa Reny," tutur Johan Selasa tadi (3/6/2008).
Karena mendapat perlakuan tak senonoh, gadis yang masih lajang ini sempat berlari dan melawan. "Dia lari di dalam rumah sampai bajunya ditarik-tarik hingga sobek. Akhirnya perabotan rumah yang ada saat itu dilemparkan ke arah keponakan majikannya dan banyak perabotan yang rusak dan pecah," kata Johan menuturkan pengakuan Reny yang menceritakan kronologi kejadian melalui telepon.
Kepala keponakan majikannya itu terluka karena terkena lemparan perabotan rumah. Kasus ini akhirnya dilaporkan ke aparat kepolisian setempat. Reny dan keponakan majikannya itu sama-sama dihukum kurungan.
Tak cukup itu, penderitaan Reny bertambah. Karena dianggap merusak perabotan rumah, gaji Reny selama kontrak dua tahun diputuskan dipotong setahun. Sedangkan sisa gaji yang belum dibayar masih nunggak.
Dia menjelaskan, sekira seminggu yang lalu Reny sempat menelpon. "Dia pesan agar masalah ini dilaporkan dan minta segera dipulangkan, teleponnya tergesa-gesa karena takut ada majikannya," ungkapnya. (Ishomuddin/Sindo/kem)