SRAGEN - Sigit Tri Purwanto (24), seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal kabupaten Sragen, Jawa Tengah dikabarkan tewas di negara Taiwan saat sedang bekerja.
Pemuda asal Dusun Mojokopek RT 18/RW IV Desa Bendungan Kecamatan Kedawung Sragen itu, menghembuskan nafas terakhir akibat mengalami kecelakaan kerja di perusahaan tekstil tempatnya bekerja.
Sebelumnya, anak pasangan Mujiono (56) dan Suparmi (52) tersebut telah bekerja sebagai TKI di Taiwan sekira 2 tahun lalu.
"Informasi mengenai meninggalnya anak saya diperoleh dari salah satu rekannya yang juga bekerja di Taiwan," kata Mujiono, ayah korban saat ditemui wartawan, Kamis (30/10/2008).
Dari keterangan itu, diketahui bahwa Sigit meninggal dunia murni akibat kecelakaan kerja dan bukan karena sebab lain. Sebelum meninggal, Sigit sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
"Dari keterangan yang saya peroleh, Sigit meninggal setelah terkena mesin di pabrik tekstil tempatnya bekerja," kata Mujiyono. Sedangkan korban meninggal di rumah sakit Selasa (29/10) malam waktu Taiwan.
Hingga kini, pihak keluarga di Sragen belum mengetahui kapan jenazah Sigit akan tiba di tanah air. "kami belum tahu kapan jenazah anak saya dipulangkan. Katanya sih masih menunggu proses administrasi," terangnya.
Sigit diberangkatkan oleh Perusahaan Jasa Penyalur Tenaga Kerja (PJTKI) yang ada di Jakarta, sekira dua tahun lalu dan sejak itu belum pernah pulang.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pemkab Sragen, Arif Zaenal mengaku, belum mendapatkan informasi mengenai ada TKI asal Sragen yang meninggal dunia di Taiwan. (Ary Wahyu Wibowo/Sindo/kem)
Sumber: Okezone.com
14 OCT 2008 , KUWAIT
PADA AWAL BULAN 1 RAMADHAN SAMPAI TANGGAL 15 OCT 2008 , PEMERINTAH KUWAIT MEMBERI AMNESTI PENGAMPUNAN KEPADA SEMUA PENDATANG YANG BERADA DI KUWAIT (INDIA,BANGLADESH,INDIA,MESIR,DLL) UNTUK BISA KEMBALI KE TANAH AIR MEREKA MASING-MASING.
ADA CERITA TKW INDONESIA YANG TELAH MELARIKAN DIRI DARI MAJIKAN KEMUDIAN MENJALIN HUBUNGAN CINTA DENGAN SEORANG BERKEBANGSAAN MESIR, SAMPAI MEMILIKI SEORANG ANAK DAN IBU TKW BERHARAP BISA PULANG KE INDONESIA DENGAN ADANYA AMNESTI.
AKHIR CERITA SETELAH SEMUA URUSAN SELESAI, SI SUAMI DIPENCARA DAN IBU BISA PULANG KE TANAH AIR DENGAN CATATAN HARUS MENINGGALKAN BUAH HATI DI KUWAIT , DENGAN ALASAN HUBUNGAN SUAMI ISTRI TIDAK MEMILIKI DOKUMEN RESMI. DAN WAKTU MELAHIRKAN ANAK , BUKAN DI RUMAH SAKIT TETAPI DI RUMAH SENDIRI.
KOMENTAR PEMBACA DARI KUWAIT
Sumber: Indo TKW
INILAH.COM, Kuala Lumpur - Indonesia seharusnya bangga dengan begitu banyaknya jumlah tenaga kerja yang ikut memajukan perekonomian negeri jiran Malaysia.
Tapi untuk kasus yang satu ini tak ada kebanggaan sama sekali karena justru akan menuai masalah. Penyebabnya adalah, para TKI yang bekerja di Malaysia itu bukan sebagai pekerja sektor formal, melainkan sektor informal, dan yang paling parah status mereka ilegal.
Dubes RI untuk Malaysia Dai Bachtiar mengakui terlalu banyak tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal, khususnya di bidang konstruksi. Hal itu diungkapkannya setelah melihat sendiri dan menemui para TKI di bedeng-bedeng (kongsi) yang sedang menggarap proyek konstruksi.
"Saya dengar ada sekitar 20.000 TKI di Puchong dan sekitar 15.000 di antaranya merupakan TKI ilegal. Hanya 5.000 yang legal. Begitu juga di Setia Alam, saya melihat dan mendengar begitu banyak TKI ilegal dalam proyek pembangunan di sana," kata Dai di hadapan sekitar 200 TKI di Puchong, Selangor, Sabtu malam (18/10).
"Saya juga mendengar dan melihat sendiri banyak TKI ilegal di kawasan pembangunan apartemen di Damansara setelah datang langsung ke sana," tambah dia ketika menghadiri acara Halal Bi Halal dan Silaturrahmi dengan ratusan TKI di kawasan perumahan mewah di Puchong.
Ketika berdialog beberapa TKI menanyakan hal yang sama. "Saya TKI ilegal Pak. Jika tertangkap apa yang bisa bapak bantu," kata Abdullah, 48 tahun yang sudah bekerja di Malaysia selama tiga tahun.
TKI kedua yang bertanya juga sama. "Saya TKI ilegal karena tidak mampu membayar izin kerja (working permit). Jika saya bayar izin kerja maka saya tidak bisa makan dan tidak bisa kerja. Bagaimana solusinya Pak," tanya Samsul.
Di Puchong ada sekitar 20.000 TKI yang sebagian besar merupakan TKI asal Madura, Jawa Timur. Percakapan mereka sangat kental sekali logat Maduranya.
Dubes RI untuk Malaysia itu kemudian menjelaskan bahwa TKI yang tidak punya izin kerja di Malaysia itu tetap salah. "Ini negara Malaysia, bukan negara kita sendiri. Ini negara orang lain. Kita mesti patuh pada aturan negara dimana kita tinggal," katanya.
"Irian Jaya lebih jauh dari Malaysia jika dari Jawa. Ke Manado lebih jauh dari Malaysia jika kita dari Jawa. Tapi kerja di Irian dan Manado tidak perlu izin kerja dari imigrasi karena itu negara sendiri, tapi di Malaysia walau dekat tetap harus ada izin kerjanya," tambah mantan Kapolri itu.
Ia pun kemudian menjelaskan kasus serupa di Sabah, "Di Sabah, ada sekitar 200.000 TKI dan sekitar 100.000 TKI yang bekerja di sana tidak punya izin kerja. Tapi majikannya jelas ada karena mereka bekerja di perkebunan. Jika majikannya jelas dan ada maka kami bisa bantu dengan menyadarkan majikan untuk mengurus izin kerjanya dan melakukan pemutihan dengan bantuan imigrasi Malaysia," katanya.
Tapi di sektor konstruksi, banyak TKI ilegal yang bekerja tidak mempunyai majikan yang jelas sehingga sulit untuk memberikan bantuan bagaimana melegalkan mereka jika majikannya tidak jelas.
Sistem rekrutmen TKI di sektor konstruksi biasanya dilakukan dengan cara tidak langsung dimana developer menyerahkan sepenuhnya pada mandor, orang Indonesia, untuk merekrut tenaga kerja konstruksi sesuai kebutuhan tanpa harus menguruskan izin kerjanya. [*L2]
Sumber: Inilah.com
INILAH.COM, Cirebon - Tiga orang tenaga kerja wanita (TKW) asal Kabupaten Indramayu tewas saat tengah bekerja di Yordania, dua diantaranya tewas karena terjatuh dari lantai gedung yang tinggi.
Pemulangan jenazah ketiga sempat terkatung-katung hingga beberapa bulan, dan baru akan tiba Sabtu (18/10) besok.
Menurut Petugas Pengawasan Tenaga Kerja pada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kabupaten Indramayu, Hendra Pondaga, di Indramayu, Jumat (17/10), ketiga TKW yang meninggal yaitu Pipit Fitriani (23), asal Desa Mundak Jaya, Kecamatan Cikedung yang dikabarkan tewas akibat terjatuh dari lantai empat rumah majikannya, Thareq Al Kanji, sekitar dua bulan silam.
Sebelumnya, korban berangkat ke Yordania melalui perusahaan pengerah tenaga kerja Indonesia swasta (PPTKIS) PT Bina Hasan Maju Sejahtera Jakarta.
Kedua, Tati Suciyati, warga Desa Segeran Kidul, Kecamatan Juntinyuat yang dikabarkan tewas akibat sakit sekitar tiga bulan yang lalu. Korban berangkat melalui PT Rahmat Jasa Safira.
Ketiga, Dasiri binti Kurnadi yang dikabarkan tewas akibat jatuh dari gedung tinggi, namun hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan mengenai alamat rumah dan PPTKIS yang memberangkatkannya.
Menurut Hendra, meskipun telah ada informasi sementara bahwa penyebab kematian ketiganya karena terjatuh dan sakit, namun kepastiannya bisaa didapat setelah ada hasil visum saat jenazah ketiganya tiba di tanah air.
Ia mengakui, pemulangan jenazah ketiga TKW tersebut memang sempat terkatung-katung karena masalah administrasi dan tidak ada laporan dari pihak keluarga kepada Dinsosnaker.
"Informasi mengenai kematian ketiga TKW itu pertama kali diperoleh dari PPTKIS yang memberi tahu kepada pihak sponsor yang diteruskan kepada pihak keluarga. Sayangnya Disosnaker tidak ditembusi laporan itu," katanya.
Sebenarnya, jika cepat mendapat laporan, pihak Disnaker, kata Hendra akan segera diurus kepulangan jenazahnya. Hendra mencontohkan, Tati meninggal sekitar tiga bulan yang lalu, namun pihaknya baru mendapat laporan dari keluarga sekitar satu minggu yang lalu sehingga pihaknya segera mengurus masalah itu ke pihak Departemen Luar Negeri.
"Untung saja jenazahnya belum sempat dimakamkan di sana, hingga bisa kita urus kepulangan jenazahnya," ujarnya.
Dengan tambahan tiga orang meninggal maka jumlah TKI asal Indramayu yang meninggal sepanjang tahun 2008 menjadi 10 orang, sementara sepanjang tahun 2007 tercatat ada 17 TKI yang meninggal dunia.[*/L6]
Sumber: Inilah.com
PERTANYAAN: CASINIH BT CASIM - BHS 1275. tkw ini berzina dengan orang mesir, bagaimana kabarnya sekarang, keluarga bertanya bisa nggak tkw ini dipulangkan
JAWABAN: ATTN. DJAFAR JAKARTA PT BENHASAN MAJU SEJAHTERA
BULAN INI PEMERINTAH MEMBERIKAN PENGAMPUNAN BUAT PENDATANG YANG MEMPUNYAI MASALAH DENGAN DI PULANGKAN TANPA SIDIK JARI,
DAN KBRI KUWAIT SUDAH BERUSAHA UNTUK MENGURUS MASALAH PENGURUSAN CASINIH BT CASIM, KARENA YANG MEMBUAT SULIT KEPULANGANNYA ADALAH ADANYA ANAK, KARENA INI ADALAH MASALAH BESAR DENGAN DIPENJARANYA LAKI LAKI MESIR DI KUWAIT .
KITA BERUSAHA SEMAMPU KITA UNTUK MENYELESAIKAN MASALAH INI EKOFAST
Sumber: IndoTKW Riyadh
Presiden: Tingkatkan Peluang Kerja di Luar Negeri Pemerintah diminta meningkatkan perlindungan terhadap tenaga kerja Indonesia. JAKARTA -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta peluang kerja di luar negeri ditingkatkan jumlahnya. Di sisi lain, Presiden meminta kualitas calon tenaga kerja Indonesia juga ditingkatkan melalui balai latihan kerja. Hal ini disampaikan Presiden kepada pengurus Asosiasi Pengarah Jasa Tenaga Kerja Indonesia di Istana Negara, Jakarta, kemarin. Ketua Asosiasi Pengarah Jasa Tenaga Kerja Nur Faizi seusai pertemuan itu mengatakan Presiden berjanji pemerintah akan membantu balai latihan kerja sehingga proses penciptaan TKI bisa bermutu. Terutama soal bahasa. Ini menyebabkan daya tawar TKI kita lebih rendah dibandingkan dengan pekerja Filipina dalam hal gaji, kata dia. Faizi mengatakan penanganan TKI ini perlu sinergi dari berbagai lembaga mengingat sektor TKI sejak 20003 sampai 2008 merupakan penyumbang devisa terbesar nomor dua setelah sektor minyak dan gas. Nilai devisanya mencapai Rp 167 triliun. Saat ini ada 5 juta TKI di luar negeri. Tahun depan targetnya bisa 700 ribu sampai satu juta, kata dia. Dengan meningkatnya permintaan TKI, khususnya ke wilayah Timur Tengah, kata Faizi, Presiden meminta pihak perusahaan jasa TKI melakukan sinergi dengan pemerintah untuk menjamin kesejahteraan dan perlindungan TKI. Ini upaya untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran, kata dia. Dalam pertemuan dengan Asosiasi, Presiden didampingi Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Widodo A.S., Menteri-Sekretaris Negara Hatta Rajasa, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Soeparno, serta Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Andi Mattalata. Menurut Menteri Erman Soeparno, pemerintah akan mendukung peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga kerja Indonesia. Intinya, perlu ada kerja sama dan dukungan pemerintah, kata Erman. Presiden, ujar Erman, akan mengkoordinasi kementerian dan lembaga negara terkait dengan upaya ini. Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah meminta pemerintah tak hanya berupaya mendongkrak pengiriman tenaga kerja ke luar negeri, tapi juga meningkatkan perlindungan terhadap mereka. Sekitar 80 persen tenaga kerja Indonesia bermasalah, katanya. Selama ini pemerintah hanya mengirim tenaga kerja tapi mengabaikan hak mereka. Selama ini mereka hanya dijadikan komoditas, katanya. Pemerintah, Anis melanjutkan, juga harus membenahi sistem pengiriman tenaga kerja. Praktek percaloan dalam pengiriman tenaga kerja harus dipangkas karena merugikan calon tenaga kerja. Beragam potongan gaji juga harus dihilangkan. Selain itu, pendidikan harus lebih diintensifkan. Materi pendidikan, kata Anis, jangan hanya dibatasi pada teknis kerja. Mereka harus diberi tahu apa saja yang menjadi hak-hak mereka, katanya.
Sumber: Migrant Care Indonesia
*KUALA LUMPUR, SENIN* — Maskapai penerbangan Merpati Nusantara Airlines (MNA) setiap bulan membawa jenazah WNI yang meninggal dunia di Malaysia, baik karena kecelakaan kerja, kriminalitas, atau sakit, rata-rata 15 jenazah per bulan. Setiap minggu bisa tiga atau empat, tapi rata-rata 15 jenazah per bulan yang kami bawa dari Kuala Lumpur ke Surabaya, kata manajer Merpati distrik Kuala Lumpur, RA Junaedi, Senin (15/9). Ini suatu angka yang tinggi dan perlu menjadi perhatian pemerintah mengenai angka kematian WNI atau TKI di Malaysia, katanya. Merpati melayani penerbangan rute Kuala Lumpur-Surabaya-Mataram (pp) setiap hari, satu kali penerbangan. Rute penerbangan Merpati dikenal sebagai rute penerbangan TKI karena hampir 90 persen pengguna jasanya merupakan TKI, yang banyak berasal dari Jawa Timur dan Mataram, Lombok. Hampir 90 persen penumpang Merpati merupakan TKI. Banyak juga orang Bawean, makanya kami lepas landas dari Kuala Lumpur pagi-pagi agar masyarakat Bawean bisa mengejar kapal feri pada siang hari, ujar RA Junaedi. Ketika ditanya mengenai angkutan Lebaran tahun ini, manajer Merpati yang masih muda itu mengatakan, arus mudik Merpati saat ini sangat turun dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu, di pertengahan bulan Ramadhan semua jadwal penerbangan sudah penuh (/fullbook/), bahkan Merpati hampir tiap hari ada penerbangan ekstra karena tingginya arus mudik, ungkap Didi, panggilan akrab Junaedi. Namun, kali ini jadwal penerbangan belum penuh. Orang masih bisa pesan tiket dan sudah pasti tidak ada penerbangan tambahan. Disinyalir para TKI yang ingin mudik Lebaran kini memilih melalui Johor Bahru kemudian naik feri ke Batam atau Tanjung Pinang kemudian dilanjutkan dengan penerbangan ke Surabaya atau naik kapal laut ke Surabaya. Oleh sebab itu, penerbangan Batam dan Tanjung Pinang ke Surabaya kini padat dan banyak penerbangan ekstra, katanya. Ketika ditanya mengapa TKI sekarang lebih memilih lewat Johor Bahru kemudian ke Batam, ia menduga karena biaya mudik yang lebih murah atau ada pengetatan imigrasi di Bandara KLIA.
Sumber: Migrant Care Indonesia
Email ini dikirim oleh seseorang (nama dan alamat ada pada redaksi) dan kami posting untuk perhatian terutama KBRI Riyadh.
KUWAIT ,09 SEPTEMBER 2008 ATTN . DJAFAR JAKARTA PT BENHASAN MJU SEJAHTERA HAL : MASRIFAH BT RAMLI MELARIKAN DIRI KE KBRI RIYADH - SAUDI ARABIA
*PAGI INI SAYA COBA LAGI MENGHUBUNGI MAJIKANNYA DI SAUDI , DAN MAJIKANNYAMENYATAKAN BAHWA DIA TELAH MEMBERI GAJI YANG TELAH DIJADIKAN BERUPA CEKDAN JUGA TKI MUSRIFAH BT RAMLI TELAH TANDA TANGAN SETIAP MENERIMA GAJI.
*POSISI ALAMAT MAJIKAN ADALAH DI DAERAH SAUDI PERBATASAN ANTARA SAUDI DAN KUWAIT DAN MEMERLUKAN WAKTU SEKITAR 8 SAMPAI 9 JAM UNTUK SAMPAI DI KBRI RIYAD,
*SEDANGKAN DARI RUMAH DI SAUDI KE KUWAIT HANYA MEMERLUKAN WAKTU 2 JAM
*DAN JUGA SAYA MENYARANKAN AGAR MAJIKANNYA SEGERA DATANG KE KBRI DI RIYADUNTUK MENYELESAIKAN DAN MELURUSKAN MASALAH DENGAN MASRIFAH,
*DAN KEMARIN MAJIKANNYA SUDAH SAYA BERI NOMER BAPAK SUKAMTO AGAR MENJELASKANDAN MENYELESAIKAN MASALAH TKI MUSRIFAH BT RAMLI,
menurut saya .
1. tidak mungkin kalau tki melarikan diri diantar oleh adik majikan, karena jarak antara rumah majikan ke KBRI riyad memerlukan waktu sekitar 8 sampai 9 jam
2. kalau benar bahwa majikannya telah membuatkan cek ada buktinya, mungkin itu kesalahan majikan dan tki , karena kalau dibuatkan berbentuk cek atas dengan data ktp. maka seharusnya dan semestinya cek segera dikirim melalui pos atau jasa pengiriman lainnya( dhl,global) dan baru bisa dicairkan oleh keluarga di indonesia.
|