Hari Minggu, 20 Juli, TKW Jawa Barat datang ke Sekolah Indonesia Riyadh dengan jalan yang sempoyongan. Ya, menurut kabar seorang guru di sana, ia telah dikerjai 20 orang Pakistan dari depan dan dari belakang. Menurut petugas penjemput yang ditemui di malam hari oleh redaksi, disampaikan bahwa kondisinya mengenaskan, baik fisik maupun jiwanya. Sampai-sampai ia berbicara sendiri. Kemungkinan, setelah kondisi "barang" TKW ini sudah tidak layak lagi, maka ia pun dilepaskan.
Kapan ini kan berakhir? Entahlah... peringatan kemerdekaan Indonesia sebentar lagi dirayakan, namun kaum wanita Indonesia masih rawan terhadap sistem perbudakan dan efek sampingnya.