PURWOKERTO--Surati, warga Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah, melaporkan kasus pelecehan seksual yang dialami sekitar 50 calon tenaga kerja wanita di sebuah yayasan penampungan di Riyadh ke kantor Kedutaan Besar RI di Riyadh dan LBH Perisai Kebenaran di Purwokerto, Jawa Tengah.

''Saya merasa tidak tenang dengan nasib yang dialami teman-teman TKW di tempat penampungan milik Abu Ali,'' kata Surati kepada wartawan di Purwokerto, Selasa (6/5).

Surati adalah mantan TKW yang sempat disandera oleh Abu Ali, pemilik yayasan. Majikannya itu mengajukan uang tebusan Rp 25 juta kepada pihak Indonesia karena menganggap telah membeli Surati dari perusahaan jasa pengerah tenaga kerja.

Surati diberangkatkan melalui PT Insani Bhakti Gemilang, Jakarta, 20 April 2007. Bukannya ditempatkan di rumah tangga, Surati justru dimasukkan ke yayasan milik Abu Ali. Dia dipekerjakan sebagai pembantu harian dari satu majikan ke majikan lain. Kadang, kata dia, waktu bekerjanya hingga 20 jam tanpa upah. Di tempat itu, dia bertemu juga dengan sekitar 50 TKI lainnya yang dipekerjakan secara harian.

Karena tak kuat dengan pekerjaan tersebut, Surati minta dipulangkan. Namun, Abu meminta uang tebusan Rp 25 juta. Alasannya, ia membeli Surati dari PT Insani. Khawatir akan nasib Surati, keluarganya di Banyumas kemudian mengadukan kasus tersebut ke LBH Perisai Kebenaran yang kemudian meminta bantuan Kedubes RI, Depnakertrans, dan kepolisian untuk turut membantu pembebasan yang bersangkutan. Ketika perundingan akan dilakukan, Surati sudah kabur dari rumah majikan. Setelah berjalan di padang pasir, ia ditolong satu keluarga di Arab Saudi yang kemudian menghubungi pihak kedubes.

Pada 1 Mei, ibu dua anak itu pulang dengan membawa gaji sekitar Rp 7 juta yang sempat tidak dibayarkan Abu. Di KBRI, dia juga mengadukan nasib teman-temannya yang rata-rata berusia 19-25 tahun yang berasal dari berbagai daerah, seperti Bandung, Sukabumi, Cirebon, Tasikmalaya, Banten, kemudian beberapa kota di Jateng dan Jatim. Menurut dia, para TKW itu ada yang sempat diperkosa majikannya. Dia mengaku menyaksikan sendiri temannya diperkosa.

Ketua LBH Perisai Kebenaran, Sugeng, berjanji akan mengontak KBRI di Riyadh, Arab Saudi, Departemen Luar Negeri, dan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Menurut Sugeng, pemerintah harus menyelamatkan nasib 50 TKW yang kondisinya kini memprihatinkan. Mengutip laporan Surati, pria bernama Abu, biasanya melakukan transaksi pembelian TKW di bandara. (wab )
Sumber: Republika Online 6 Mei 2008