Seperti pada hari-hari Kamis yang lain, pada Kamis pagi, 07 Agustus 2008, saya dan isteri berada di rumah. Maklum, di Saudi Arabia, hari libur akhir pekan diletakkan pada hari Kamis dan Jum'at. Saat itu, tatkala saya dan isteri sedang menonton TV, telepon di rumah berdering.

"Halo, ini bapak Sukamto ?" demikian ucapan seorang wanita di ujung gagang telepon.
"Iya benar, ini siapa ?" sambut saya.
"Ini TKW dari Indo, Pak" sahutnya.
"Iya, namamu siapa ?
"Dewi pak, saya ada masalah, mohon dibantu." Terdengar, Dewi mulai terisak.
"Kenapa Dewi, cobalah ceritakan secara jelas !"
"Begini pak, saya sudah bekerja lebih dari dua tahun tetapi tidak segera dipulangkan; dan gaji saya selama 10 bulan belum dibayar. Setiap saya meminta gaji, jawabnnya selalu buqro." (buqro artinya besok, penulis).
"Biaklah Dewi, saya akan meminta keterangan yang lebih lengkap darimu."

Dari percakapan lanjutan dengan Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) tersebut, saya mendapatkan informasi tambahan tentang dirinya. PLRT tersebut bernama Dewi Ratnawati binti Purwoto, berasal dari Desa Ngunut Dua, Jalan Suhada RT: 01/02, Kec. Babadan, Kab. Ponorogo – Provinsi Jawa Timur, dan telah bekerja di Saudi Arabia sejak tgl 14 Mei 2006.

Dewi Ratnawati binti Purwoto, yang mengaku masih gadis ini diberangkatkan ke Saudi Arabia oleh PT. Jasmindo Olah Bakat untuk bekerja pada majikan yang bernama Nuroh Masa'at Al-Marzuq, ID# 1026603702, telp HP: 0503119861 di Riyadh. PLRT ini merasa gundah karena telah bekerja melebihi masa kontraknya namun tidak ada tanda-tanda akan segera dipulangkan ke Indonesia, dan gajinya selama 10 bulan belum dibayar oleh majikan.

Inilah jika seorang PLRT bekerja pada majikan miskin, gajinya selalu dibayar dengan ucapan buqro.. Majikan seperti ini seyogyanya tidak diijinkan merekrut PLRT asal Indonesia. (Sukamto Javaladi)