Sabtu, 2007 November 03 Nuryati, TKW Sukabumi Kabur Karena Mau Diperkosa Anak Majikan Kabur memang beresiko, namun bagi Nuryati, lebih baik beresiko yang lebih rendah karena kalau tidak kabur resikonya lebih tinggi. Lelaki anak majikan yang sudah bejat perilakunya dan tinggal satu rumah dengan Nuryati berkasta pembantu, sangatlah berbahaya. Ia memilih kabur untuk mempertahankan kehormatan dirinya.
Berikut adalah petikan wawancara kru IndoTKW yang kebetulan menemui TKW yang kabur ke SIR (Sekolah Indonesia Riyadh), hari Kamis, 1 November 2007, pagi hari sekitar pukul 08.00 WIR (Waktu Indonesia bagian Riyadh). Namanya adalah Nuryati, TKW asal Sukabumi.

Alasannya kenapa mbak kabur dari majikan?
Aku nggak tahan Bang, majikan perempuan ngoomel terus, mana anaknya banyak, mana anak laki-lakinya mau memperkosa aku Bang

Majikan perempuannya cerewet ya?
itu nggak masalah buat aku Bang, yang penting gaji lancar. aku minta gaji enggak [dikasih], aku minta telpon nggak [boleh]. Udah dua pembantu katanya sama teman-temanku semuanya kabur, Bang. Yang 1 orang Indonesia. Tiga aku kabur.

Kerjanya dari jam berapa?
Aku kerja dari jam 12 [siang]. Madam kalo mbangunkan aku pake kaki. kerjanya sampai pagi Bang.

Berapa sih usia anak laki-lakinya itu?

Udah besar Bang, mungkin itu kan anaknya 9, itu yang kedua. Aku takut sekali Bang. Aku coba kabur malah ketahuan, sekarang enggak, sekarang semuanya tidur.

Jadi belum terima gajinya ya Mbak?
Belum.... iya. Aku kan di sini kan cari uang untuk membantu suami aku, tapi malah ini begini...

Suami mbak apa kerjanya?
Suamiku, anakku 1 bang, suamiku kerja cuma tani aja. Aku takut sama itu [Anak laki-laki majikan], Bang.

Sudah seberapa jauh memperkosanya?
ah enggak [sambil tersenyum], .... iya dia mau mencoba untuk merkosa aku, tapi Alhamdulillah [selamat]. Katanya [anak laki-laki majikan] semua pembantu Indonesia gini [mau ditiduri] katanya, semua pembantu indonesia katanya gini. kataku enggak. enggak semua pembantu gini.
aku sempat dorong-dorongan pintu kamar sama dia Bang.

Jadi belum punya uang sampai sekarang?
enggak. belum. belum . aku kan pinta coba berulang kali katanya nggak ada uang.

Majikannya namanya siapa?
Ali Al Shahrani

Tinggalnya dimana dia?
di sini juga, aku nggak tahu Bang..

Mbak Nur kaburnya gimana tuh?
Iya pake taksi aku

Nggak khawatir ya kalo dibawa kabur sopir taksi Bangladesh?
(tersenyum)

Kok tahu kaburnya ke SIR?
udah dikasih tahu kalau kabur ke SIR. Aku kan punya temen, katanya kabur aja kamu, katanya ke sini aja. ini apa sih namanya? [indoTKW: ini Sekolah Indonesia Riyadh, Mbak..] Iya katanya aku coba untuk kabur, kan dia adanya di kamis [redaksi: mungkin ini nama suatu daerah dimana temannya tinggal], bukan di sini, katanya [ada TKW] udah 4 tahun nggak digaji, ada yang 6 tahun nggak digaji nggak dipulangin.

Lha duit taksi dari mana?
Aku punya temen bang, katanya ini aja pake...

Barang-barang dibawa?
Aku cuma bawa ini Bang [sambil memperlihatkan sekantong plastik kecil pakaian], lainnya masih di rumah majikan

Perlu diketahui, setiap hari di SIR, rata-rata ada 3 TKW yang kabur. Itu yang tercatat di SIR. Diluar perhitungan TKW yang kabur ke tempat penampungan ilegal dengan nasib yang bisa jadi lebih mengenaskan lagi. Dhuh Gusti... nyuwun pangapunten... [DR/AP]